PEKANBARU - Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Sail (P3S) menemui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut di kantornya yang berada di Jalan Teratai Pekanbaru, Riau, pada Kamis (15/11/2019) lalu.

Penasehat dan Juru Bicara P3S, Ade Gunawan mengatakan, bahwa kedatangan mereka menemui Kadisperindag Pekanbaru untuk menyampaikan kondisi dan keluhan pedagang Pasar Sail yang meminta pembenahan.

"Kami ke sini meminta bantuan Disperindag Kota Pekanbaru untuk mencarikan solusi atas kondisi Pasar Sail yang saat ini sepi karena banyak pengunjung pasar tidak mengetahui lokasi pedagang yang berjualan di lantai atas," kata Ade mendampingi Ketua P3S, Khairul Anwar di Pekanbaru, Minggu (17/11/2019).

Mirisnya lagi, lanjut Ade, kondisi Pasar Sail juga tidak terawat. Ada beberapa atap bocor karena atapnya pecah dan lepas. Lalu, lantai pasar yang sudah banyak berlubang, septictank yang sudah penuh hingga kebutuhan air untuk pedagang yang harus membeli untuk mendapatkan air.

"Alhamdulillah pak kadis menyambut baik kedatangan kami. Makanya kami sangat berharap pemerintah dapat mencarikan solusi dan memindahkan pedagang harian, sayur, dan ikan ke lantai dasar. Sehingga keluhan pengunjung selama ini bisa teratasi supaya pengunjung pasar ramai lagi," tuturnya.

Sementara itu, Kadisperindag Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengaku tidak mengetahui tentang kondisi Pasar Sail seperti ini, jika tidak ada kunjungan perwakilan dr P3S yang menyampaikan keluhan tersebut.

"Insya Allah dalam waktu dekat saya akan memerintahkan staff saya untuk melihat langsung kondisi di Pasar Sail. Akhir bulan November ini juga, saya akan mengadakan rapat antara Disperindag, Pedagang dan pengelola Pasar Sail. Saya juga akan memanggil lurah dan Camat di daerah itu," kata Ingot.

Hingga akhirnya, hari Sabtu (16/11/2019) kemarin, petugas dari Disperindag turun mengunjungi Pasar Sail untuk melihat kondisi pasar yang memang sepi, banyak kios kosong, dan suasana pasar yang tidak nyaman karena banyak atap bocor dan lantai rusak.

Maka tidak heran, apa bila para pedagang langsung antusias menyambut petugas yang datang meninjau kondisi pasar tersebut

"Kapan kami dipindahkan di bawah Pak? Bawah, bawah, bawah," seru para pedagang. ***