
PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Firdaus berencana untuk memindahkan pedagang yang berada di belakang Terminal BRPS ke Pasar Induk yang ada di Jalan Soekarno Hatta usai lebaran Hari Raya Idul Fitri.
Padahal hingga kini pembangunan Pasar Induk yang dikerjakan oleh pengembang PT Agung Rafa Bonai (ARB) belum tuntas, apalagi dalam kurun waktu berapa lama ini pembangunan tidak lagi dilanjutkan oleh PT ARB karena pandemi Covid-19.
Roni Pasla anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru menilai pembangunan Pasar Induk memang harus di gesa pengerjaannya, terlebih Kota Pekanbaru belum memiliki satu pun Pasar Induk.
"Sebelum ada pedagang tentu harus ada kesiapan, kalau belum siap bagaimana mau jualan disana dan jangan dipaksakan pedagang berjualan di pasar yang belum layak dan belum siap," kata Roni Pasla, Kamis (28/4/2022).
Masa jabatan Firdaus sebagai Wali Kota Pekanbaru akan berakhir pada tanggal 22 Mei 2022 mendatang, hingga menunggu Pemilu di tahun 2024 Pekanbaru akan di pimpin oleh Penjabat (PJ) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Politisi PAN ini berharap nantinya PJ Wali Kota Pekanbaru dapat mencarikan solusi terkait dengan keberlangsungan pembangunan Pasar Induk.
"Harus di lihat kesanggupan dari PT ARB dan juga kebijakan dari PJ Wali Kota. Apakah nanti bisa dinilai lanjutkan atau tidak, tapi dengan yang ada saat ini mereka (PT ARB) gak sanggup dan harus mencari kontraktor yang lain," ucap Roni.
Pembangunan Pasar Induk mulai dilakukan sejak tahun 2017, pembangunan terhenti sejak tahun 2020 lalu dan hingga saat ini tidak lagi ada pengerjaan.
Pasar Induk ini dikembangkan oleh menggunakan kerjasama dengan sistem Build Operate Transfer (BOT) dalam jangka 30 tahun.
Meskipun pengerjaan sudah lama tidak dilanjutkan, namun Pemko Pekanbaru masih mempercayai PT ARB mampu untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"ARB ini memang punya komitmen, tapi dengan permasalahan Covid dan di internal mereka mungkin ini yang menjadi pertimbangan untuk wali kota mengganti pengembang," jelasnya.
Selain itu PT ARB melakukan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana dan perjanjian, alhasil beberapa rumah warga ikut terimbas genangan air yang berasal dari bangunan Pasar Induk.
"Kios yang tidak sesuai dengan perencanaan kita minta untuk di tumbangkan," tutup politisi PAN ini. ***