
RENGAT,GORIAU.COM - Bekas lapangan golf Pematang Reba yang dibangun menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) bagaikan tidak terurus dan kumuh. Sebab, disekitar RTH tersebut ditemukan banyak sampah berserakan.
Tidak itu saja, beberapa fasilatas yang dibangun pemerintah Inhu yang menelan dana miliaran rupiah itu sudah mulai rusak, bahkan pada cet bangunan banyak ditemukan coretan kata-kata kumuh.
"Setiap harinya lokasi RTH hampir tidak pernah sepi dari pengunjung, apalagi menjelang sore dan akhir pekan atau musim liburan sekolah. Saat ini, RTH tersebut bagaikan sebuah objek wisata dalam kota yang digemari pengunjung untuk bersantai", ujar Argus (38) warga Kelurahan Pematang Reba kepada GoRiau.Com, Jumat, (10/4/2015).
Akan tetapi sebut Argus, RTH yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu tidak terurus dan banyak disalah gunakan oleh para pengunjung, terutama para muda-mudi. Saat ini RTH tersebut bukannya tempat bersantai untuk menghilangkan rasa penat, melainkan beralih fungsi menjadi tempat mesum.
Dengan demikian, dirinya berharap agar pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait untuk dapat melakukan pemeliharaan, pengawasan serta pencegahan aksi tak senono para pengunjung itu.
"Jika hal itu dibiarkan, artinya pemerintah daerah telah gagal dan terkesan telah ikut serta merusak para generasi muda serta tatanan norma agama dan adat istiadat yang ada dibumi gerbangsari ini", pungkas Argus tegas.
Sementara itu, Kapolsek Rengat Barat AKP Fanky Tambunan melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Pematang Reba Bripka Misran kepada Goriau, Jumat (10/4/2015) menyebutkan bahwa, dalam rangka menertipkan RTH tersebut, dirinya bersama Satpol PP sudah beberapa kali melakukan penertiban di areal itu, namun masih sebatas pendekatan persuasif.
Misran mengaku, bahwa saat melakukan penertipan, dirinya pernah menemukan alat kontrasepsi (kondom) dibeberapa pelataran yang ada diareal itu. "Begitu kita lakukan pemantauan dan penertipan disore hari, saya pernah menemukan beberapa alat kontrasepsi dibeberapa pelataran yang ada", terangnya.
Dengan demikian, tegas Misran, dirinya berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah Inhu, bila memungkinkan Pemkab Inhu bisa mencari pihak yang mampu menjadi penjaga pada RTH itu. Dengan demikian, hal yang tidak dinginkan akan bisa teratasi", pungkasnya tegas.(jef)