
PEKANBARU, GORIAU.COM - BT (19) dan sembilan orang rekannya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) benar-benar keterlaluan. Tidak hanya terlibat perkelahian, namun remaja ini mencuri, perampas, serta penganiaya dengan kejam sejumlah warga.
Aparat Kepolisian Sektor Tampan, Resor Kota Pekanbaru akhirnya meringkus komplotan diduga tergabung sebagai anggota geng motor brutal tersebut. "Penangkapan sepuluh pelajar ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan prilaku mereka. Kemudian baru akhir pekan lalu dilakukan pengintaian dan penyergapan," kata Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Tampan, Komandan Suparman kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa siang (17/12/2013).
Sepuluh remaja diduga anggota geng motor brutal tersebut diantaranya yakni BT (19) MG (21), MA (18), MF (16), MR (17), NE (15), BS (14), DS (17), GP (15) dan GH (15).
Ia mengatakan, bahwa seluruhnya memiliki peranan masing-masing dalam berbuat kejahatan, mulai dari pencurian, perampasan, hingga penganiayaan dan pengancaman. Hasil dari pemeriksaan, seorang diantaranya yakni BT dikenal sebagai pendiri kelompok geng motor tersebut.
"BT juga merupakan orang yang paling disegani dan semua perintahnya itu selalu diikuti oleh para pelaku lainnya.
Rata-rata anggota geng motor ini menurut dia, mengakui telah melakukan aksi brutal di jalanan, mulai dari balap liar, perampasan, penganiayaan hingga pengancaman. "Ada beberapa kali mereka melakukan tindak kejahatan itu di sejumlah lokasi di Pekanbaru," katanya.
Perkara pertama yang diakui para pelaku, yakni penganiayaan dan perampasan sepeda motor di kawasan Kompleks Stadion Utama Riau yang mengakibatkan korbannya mengalami luka berat.
Lalu, kata dia, ada juga beberapa tersangka yang terlibat kasus pencurian di sebuah rumah di Pekanbaru dan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam terhadap beberapa warga.
Menurut Kapolsek, perkara remaja brutal yang tergabung dalam anggota geng motor "sesat" ini sudah sangat meresahkan berbagai kalangan masyarakat khususnya pengguna jalan. "Untuk itu, maka kami akan terus menggelar razia secara rutin di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Kami juga mengharapkan masyarakat dapat berbagi informasi dengan anggota guna melancarkan rencana pemberantasan geng motor brutal," katanya.(fzr/ant)