PEKANBARU, GORIAU.COM - Dari 12 kabupaten/kota yang memiliki kepengursan cabang sepatakraw di Riau, ternyata tidak semua yang bisa dikatakan aktif dalam pembinaan dan menggelar beberapa iven setiap tahunnya. Diklaim hanya Kabupaten Siak yang serius dalam pembinaan.

Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PSTI) Riau, Yusmedi kepada GoRiau.com, Rabu (23/10/2013), mengakui hal tersebut. Dikatakannya, bahkan ada daerah yang memang sama sekali tidak aktif baik dalam pembinaan maupun menjalankan roda organisasi kepengurusan.

"Hanya PSTI Siak yang lebih aktif dan termasuk serius membina cabang sepaktakraw, namun bukan berarti daerah lainnya tidak melakukan pembinaan. Tetapi ada juga (daerah, red) yang memang sampai saat ini vakum secara keseluruhannya," terang Yusmedi.

Jika hal ini terus berlangsung, kemungkinan cabang olahraga yang menjadi salah satu andalan Riau ini akan terkikis dimakan waktu. Bagaimana tidak, pola pembinaan saja sudah tidak merata di seluruh daerah, meski telah memiliki pengcab/pengkot.

Diakui Yusmedi, peran penting dari seorang ketua umum tidak bisa lepas dari program dan pola pembinaan yang akan berjalan. Yusmedi juga menyebutkan Pengcab PSTI Siak lebih aktif dibanding daerah lainnya karena keseriusan ketua umum dalam membina olahraga ini cukup memberikan kontribusi untuk melahirkan bibit-bibit atlet berpotensi.

"Saat ini PSTI Siak dipimpin Yurnalis. Ia pernah menjadi manajer Tim Sepaktakraw Riau pada PON 2008 di Kalimantan Timur. Jadi Yurnalis memang mencintai olahraga ini," pungkas Yusmedi.

Mengenai organisasi Pengprov PSTI Riau sendiri, Yusmedi tidak mau banyak berkomentar. Karena dijelaskannya, program latihan masih tetap dijalankan sesuai dengan laporan masing-masing pelatih. Sementara mengenai iven, tentu saja pengprov hanya menunggu jadwal dari kalender tahunan PB PSTI.

Yusmedi juga mengakui dari seluruh daerah di Riau, hanya Siak yang lebih aktif menggelar berbagai iven setiap tahunnya. "Meski iven dalam konsep kecil dan berhadiah kecil, namun yang jelas sistem pembinaan dan evaluasi terus mereka lakukan," tutup Yusmedi.(tri)