
BULUH CINA, GORIAU.COM - Suasana demokrasi di Desa Buluh Cina, Siak Hulu, Kampar tiba-tba saja terusik. Masyarakat desa yang berada di tepi Sungai Kampar yang hening ini, kecewa pasca dikeluarkannya putusan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang hanya menyatakan dua calon yang layak bertarung pada pemilihan mendatang.
Sontak, masyarakat di daerah yang merupakan penghasil tokoh-tokoh perjuangan di Riau ini kaget. Dampaknya, mereka mengadukan ketidaknetralan panitia pemilihan kepada Pemkab Kampar. Melalui Kabag Pemdes, surat yang ditandatangani oleh kurang lebih 450 warga ini, sedang diproses.
Penghulu adat wilayah Kenegerian Enam Tanjung, Desa Buluh Cina, Amirudin Datuk Majolelo, Selasa (1/1/2013) mengatakan, seluruh elemen masyarakat Buluh Cina tidak bisa menerima putusan Panitia Pilkades yang hanya menetapkan dua dari empat calon yang lulus sebagai calon Kades.
''Keempat calon yang mendaftar dan mengikuti seleksi itu sudah memenuhi syarat, biarkan masyarakat yang memilih, kami akan minta Bupati Kampar untuk membatalkan putusan panitia Pilkades dan menetapkan empat calon yang akan bertarung ,'' tambahnya.
Dijelaskannya, akibat putusan yang tidak independent tersebut, saat ini masyarakat resah karena sudah mulai mengarah ke konflik sosial. ''Ketentraman dan keamanan masyarakat Buluh Cina terusik, kita tak ingin masalah ini melebar, karena itu, kami minta Pemkab Kampar arif dan bijaksana dalam menyelesaikan persoalan ini,'' tambahnya.
Sementara itu, sesuai dengan putusan panitia Pilkades, dari empat calon Kades yang mengikuti test beberapa waktu lalu, hanya dua calon yang dinyatakan lulus yakni Ali Amran dan M Ralis T, sedangkan Azrianto STP dan Kasmi K dinyatakan tidak lulus test karena mengumpulkan nilai kurang dari 60 point.
''Diantara calon Kades itu, ada Azrianto, yang seharusnya layak menjadi calon. Dia adalah Sekretaris LSM nasional ternama dan memiliki kemampuan yang cukup dan pernah menjadi pemimpin redaksi sebuah media di Jakarta. Dia juga layak diberi kesempatan berkarya untuk desa sendiri. Jadi kami minta biarkan masyarakat memilih,'' tambah Basri Datuk Sanggo. (***/als)