
PULAU MERBAU, GORIAU.COM - Seluas 150 Hektar rencana untuk lahan persawahan di Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Meranti, Riau, tak kunjung dimanfaatkan. Akibatnya, lahan yang sempat dibersihkan pada pertengahan tahun 2013 lalu kembali ditumbuhi semak belukar setinggi berdiri.
Pantauan GoRiau.com, akhir tahun 2013 lalu, lahan seluas 150 hektar itu kini menjadi belukar dengan beberapa pohon kayu di dalamnya.
Menurut Hasyim (28) salah seorang petani ketika ditemui di lokasi sawah mengatakan, dulu ada kobelko di pertengahan tahun, untuk membersih hutan. Namun, itu hanya setakat pembersihan dan sekarang ditumbuhi belukar.
"Masyarakat menunggu-nunggu, itu harus dilakukan pemetakanlah, sebelum disemai benihnya," ungkap Hasyim.
Hasyim menambahkan, saat ini mereka yang terdiri dari beberapa kelompok tani ini hanya dikasih pupuk kapur, benih, dan quik penghancur tanah sebanyak 2 unit.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan (DPPKP), Yulian Norwis, ketika ditemui di Selatpanjang, Senin (6/1/2014) siang mengakui sudah melakukan mediasi dan meminta pada bulan februari seluruh lahan persawahan padi itu bisa ditanami.
"Kita sudah turun kepalangan. Memang benar lahan tersebut bersemak kembali setelah dibersihkan memakai eskavator. Namun seluruh pihak sudah kita panggil termasuk ketua Gapoktannya dan kita minta menandatangani surat kepekatan agar segera menanam padi disana, dan mereka setuju akan ditanami segera Februari nanti," katanya.
Menurut Yulian pihaknya menginginkan lahan-lahan persawahan di Renak Dungun di petak kan sesuai dengan jumlah kelompok disana. Dengan demikian memudahkan dalam pengelolaan oleh masing-masing kemlompok.
"Proyek cetak sawah di sana sudah include semuanya. Mulai dari pemetakan sawah, bibit padi, termasuk pupuknya. Jadi petani tinggal menanam saja," sebutnya.(zal)