PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Daerah industri dan perkebunan, Pelalawan ternyata belum menggarap potensi pendapatan dari sektor swasta. Banyak peluang dari sektor swasta yang terabaikan dan tidak tergarap menjadi ''uang masuk'' daerah.

''Kita masih mengandalkan pemasukan dari sektor pemerintah baik berupa retribusi umum seperti galian C dan lain, sedangkan penggunaan potensi daerah oleh swasta seperti penggunaan air bawah tanah dan air permukaan belum terkelola dengan baik,'' ujar anggota Komisi C DPRD Pelalawan, Monang Pasaribu kepada wartawan.

Dijelaskan retribusi penggunaan potensi daerah oleh perusahaan sangat banyak dan itu juga sudah bolehkan lewat peraturan yang ada. ''Potensi yang jelas-jelas besar adalah retribusi air permukaan dan air bawah tanah yang digunakan seluruh industri di daerah ini. Untuk pabrik kelapa sawit saja, Pelalawan sedikitnya memiliki 17 PKS, dan itu semua menggunakan air bawah tanah dan permukaan,'' ujarnya.

Dikatakan, Pelalawan membutuhkan dana yang besar untuk percepatan pembangunan, dana APBD masih bisa ditingkatkan jika penerimaan daerah bisa ditingkatkan. ''Jadi kita minta pemerintah jangan hanya terpaku pada potensi yang dikelola sendiri, tapi potensi swasta juga besar,'' jelasnya.

''Kita akan ingatkan pemerintah untuk gencar menggali pendapatan dari penggunaan potensi daerah ini. JIka bisa ditingkatkan maka APBD Pelalawan juga akan semakin besar dan kita akan arahkan untuk percepatan pembangunan daerah,'' tutupnya. (ilm)