
JAKARTA – Siapa sangka, langkah kaki penuh keyakinan seorang bocah kecil di tepian Sungai Kuantan kini menggema hingga Korea Selatan dan Eropa. Tradisi Pacu Jalur, warisan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi, Riau, mendadak menjadi pusat perhatian dunia setelah “gaya jalan Togak Luan” viral dengan sebutan aura farming di TikTok.
Dalam beberapa hari terakhir, warganet Indonesia geger melihat tren tersebut diikuti oleh idol-idol ternama seperti Enhypen, RIIZE, dan NCT Wish. Bahkan atlet klub PSG, DJ Steve Aoki, hingga Travis Kelce, pasangan dari penyanyi Taylor Swift, turut meniru gaya jalan ala Rayyan — si Togak Luan cilik yang memancarkan kharisma penuh percaya diri saat berjalan menuju arena lomba pacu jalur.
Dengan ekspresi serius dan langkah tegap, gaya khas Rayyan saat bersiap menari di ujung perahu tradisional itu berhasil memukau dunia. Tak sedikit netizen yang bangga sekaligus terkejut melihat simbol budaya Riau ini melampaui batas lokal dan mengakar dalam tren global.
“Nggak nyangka pacu jalur bisa sampai ke K-pop,” tulis salah satu warganet. Komentar seperti “Aura Togak Luan masuk ke Paris” atau “NCT pun tahu pacu jalur” membanjiri video-video viral bertagar #AuraFarming.
Tren ini tak sekadar viral, tapi telah memperkenalkan Pacu Jalur sebagai bukan hanya lomba dayung, melainkan juga representasi semangat, keberanian, dan kebanggaan kolektif masyarakat Melayu Kuansing.
Togak Luan sendiri adalah elemen simbolik dalam pacu jalur — anak kecil yang berdiri di haluan jalur sambil menari mengikuti ritme tabuhan gendang dan dayungan. Perannya bukan hanya penari, tapi pemantik semangat. Gestur dan ekspresinya yang tenang, fokus, dan penuh aura itulah yang kini diterjemahkan dunia sebagai farming aura.
Fenomena ini bahkan membuat lagu Young Black and Rich dari Melly Mike ikut mendunia, digunakan jutaan pengguna TikTok untuk menirukan gaya jalan ala Rayyan. Lagu tersebut kini masuk dalam daftar Spotify Viral 50 Global.
Kabar gembira pun datang: Melly Mike dijadwalkan hadir dan tampil langsung di Festival Pacu Jalur 2025 yang akan digelar di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, pada 20–24 Agustus 2025. Ia akan menyaksikan langsung budaya yang menginspirasi ledakan viral global lewat lagunya.
Bagi masyarakat Kuansing, ini bukan sekadar viral. Ini adalah momen kebangkitan budaya. Sebuah festival tradisional yang dulu hanya dikenal di Riau, kini menembus batas-batas negara, menjangkau hati generasi muda lintas benua. Sebuah pembuktian bahwa kearifan lokal bisa jadi kekuatan global.
Pacu jalur bukan sekadar lomba perahu, ia adalah denyut semangat kolektif, dan kini — simbol aura yang dirayakan dunia. ***