
RENGAT, GORIAU.COM - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mendesak pemerintah untuk membangun fasilitas belajar bagi anak-anak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Rengat. Membangun fasilitas belajar lebih murah dibanding membangun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak.
Karena untuk memperoleh pendidikan adalah hak bagi anak-anak, begitu juga dengan anak-anak yang sedang menjalani masa hukuman di dalam Rutan.
'''Tidak ada alasan bagi anak-anak yang berada dalam Rutan untuk tidak mendapat pendidikan. Karena sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," ujar Ketua P2TP2A Inhu Hj Karminatun Harman didampingi Bidang Pendampingan dan Advokasi Mulyasantoni SPi, Jumat (10/1/2014).
Sejauh ini, sebutnya, memang belum ada laporan tentang minimnya pendidikan bagi anak-anak yang tengah menjalani masa hukuman di Rutan Rengat. Saat ini ada sekitar 11 orang anak yang sedang menjalani hukuman di Rutan yang seharusnya mendapat pendidikan.
Kondisi itu, sambungnya, perlu jadi perhatian serius. Sebab, nasib bangsa dan negara ini ke depannya terletak pada generasi saat ini. ''Di mana pun anak-anak itu berada harus, mendapatkan pendidikan. Apa yang diberikan saat ini, merupakan bekal pada masa yang akan datang,'' ungkapnya.
Untuk itu, salah satu solusi bagi anak-anak yang berada di Rutan tersebut bisa saja dipindahkan ke Lapas Anak. Namun, langkah itu perlu persetujuan orangtua anak. Selain itu, bisa saja membangun fasilitas pendidikan di Rutan atau memanfaatkan sarana yang ada. Bahkan bisa saja mendatangkan tenaga pengajar atau pelaku pendidikan lainnya.
''Pihak Rutan dan pemerintah terutama Dinas Pendidikan harus dapat mencarikan solusinya. Karena di Dinas Pendidikan ada juga bagian pendidikan luar sekolah. Dengan demikian kita berharap, ketika anak tersebut selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke masyarakat, dapat setara pendidikannya dengan anak-anak yang berada di luar Rutan,'' kata Mulyasantoni.Â
''Jangan ada lagi anak yang keluar dari Rutan kembali jadi anak nakal, akibat minimnya pendidikan dan pendidikan adalah kunci segala-galanya,'' terangnya tegas.(jef)