PEKANBARU - Pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit diharapkan dapat membangkitkan semangat anak-anak kurang mampu dan kurang bernasib baik yang ada di Provinsi Riau untuk menyonsong masa depan.

"Operasi bibir sumbing ini sangat membantu untuk mengurangi beban psikologi anak. Dari pengakuan orangtua, biasanya anak-anak merasa malu dan minder. Sehingga yang seharusnya sudah sekolah tidak sekolah," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman kepada GoRiau.com, Jumat (13/5/2016), didampingi Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, dr Nuzelly Husnedi saat menjenguk pasien operasi bibir sumbing.

Selepas pemulihan pasca operasi ini, Plt Gubri yang kerap disapa Andi Rachman tersebut berharap agar anak-anak dapat bersekolah dan lebih bergairah dalam menata masa depan sama seperti anak-anak pada umumnya.

"Insya Allah kegiatan operasi bibir sumbing ini tidak berhenti sampai disini, karena masih banyak anak-anak kita di luar yang masih butuh uluran tangan. Kegiatan ini bisa kita lanjutkan tahun depan," ujarnya.

Sejak pendaftaran dibuka beberapa waktu lalu, masyarakat diseluruh Provinsi Riau memang terlihat antusias. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya jumlah pasien yang akan dioperasi. Jika sebelumnya ada 40 orang, jumlah tersebut bertambah menjadi 43 orang.

"Selesai operasi ini, orangtua anak tolong jangan sampai lengah untuk menjaga proses pemulihan fisik anak. Kondisi mereka ini kan masih lemah. Infonya ada sekitar 43 anak yang telah dilakukan operasi dengan 56 tindakan. Artinya dari yang 43 pasien itu ada yang dilakukan operasinya sampai dua kali," tutupnya. (*/rat)