PEKANBARU, GORIAU.COM - Terapan sistem fair play di dunia olahraga dinilai menjadi salah satu langkah untuk membentuk karakter dan kepribadian bangsa. Hal ini disampaikan Wakil Ketua KONI Pusat, Mayjen Suarno saat membuka Musorprov KONI Riau, Kamis (5/12/2013), di Hotel Grand Central, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

"Fair play atau yang lebih kita kenal dengan menjunjung tinggi sportivitas bukan hanya memberikan dampak positif saat pertandingan berjalan, namun ada sisi lain yang harus kita ambil, yakni akan membentuk karakter mereka," kata Suarno.

Namun sayangnya, masih banyak pertandingan dari berbagai cabang di tanah air, baik tingkat daerah, nasional hingga internasional yang tidak menjunjung sportivitasi. Hal ini dikatakan Suarno tentu saja akan merusak karakter mereka sendiri.

"Bagaimana tidak, sportivitas adalah jalan menghasilkan pertandingan yang sukses dan lancar. Namun jika itu tercoreng, tentu saja akan merusak dan mengkontaminasi atlet yang bertarung untuk membiasakan diri dengan itu," lanjut Suarno.

Dalam sambutannya, Suarno juga berbagi pengalaman mengenai pembinaan olahraga di beberapa negara tetangga. Negara Serbia kental dengan keseriusan pemerintahnya dalam mengembangkan berbagai macam olahraga di sana.

Dimana pembinaan olahraga di negara tersebut sudah dimulai sejak usia dini. "Tentunya dengan fasilitas utama dan pendukung yang dibutuhkan oleh masing-masing komponen. Tapi mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi mereka sudah diperkuat dengan sistem pembinaan olahraga," sambung Suarno.

Dijelaskannya, hal ini yang harus perlu ditiru, mengingat keseriusan pemerintah mereka untuk menumbuhkembangkan pembinaan olahraga. "Pemerintah Serbia menerapkan 0.3 persen dari total anggaran di APBN dialokasikan untuk olahraga. Kita berharap hal seperti itu bisa diberlakukan di Indonesia ke depan," tandasnya.(tri)