PEKANBARU, GORIAU.COM - Dua orang Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Logan Siagian dan Edi Saputra Hasibuan menyambangi Mapolda Riau, Rabu (28/8/2013). Dalam kunjungan ini, 13 keluhan masyarakat disampaikan.

''Kita melakukan klarifikasi terhadap saran dan keluhan masyarakat yang disampaikan pada Kompolnas mengenai kinerja Polri yang dirasakan kurang adil. Ada 13 keluhan masyarakat yang kita sampaikan,'' jelas Logan Siagian.

Keluhan-keluhan ini, lanjutnya kebanyakan yang dilaporkan menyangkut para penyidik. Kinerja para penyidik ini dinilai kurang profesional.

''Kalau sebagai tersangka mungkin penangkapan, dan penahanan yang tidak adil. Kalau pelapor, pelaporan yang berlarut-larut,'' papar purnawirawan polisi berpangkat Irjen ini.

Beberapa di antara keluhan yang diterima Kompolnas ini adalah masalah tanah. Lalu, ada juga keluarga korban mengadu familinya dibunuh polisi.

''Setelah kita tanyakan, ternyata bukan dibunuh. Itu bukan ditembak, kondisinya senjata direbut,'' jelasnya terkait laporan masyarakat atas kasus tersangka narkoba pada tahun 2011.

Dari 13 keluhan ini, dari paparan pihak Polda Riau, Logan mendapatkan penjelasan bahwa ada kasus yang sudah dinyatakan lengkap berkasnya (P-21) dan ada pula yang ternyata sudah divonis.

"Kita tetap apresiasi keberanian publik untuk melaporkan Polri sudah meningkat. Karena memang kepastian hukum perlu diproses," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah SIK mengatakan kedatangan Kompolnas ke Riau ini dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ormas.

"Meminta input tentang kinerja Polri khususnya Polda Riau dan jajaran. Sehingga dengan adanya masukan-masukan itu, Kompolnas bisa mendapatkan input yang benar untuk dievaluasi dan menjadi kajian dari Kompolnas ke depan," ujarnya.

Terkait masukan-masukan dari Kompolnas, Hermansyah mengatakan, Hal tersebut akan diterima dan menjadi perhatian, terutama jika memang menyangkut perbaikan kinerja. ***