BENGKALIS, GORIAU.COM - Keinginan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bengkalis menjadi mediator dalam persoalan antara Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dengan masyarakat yang menginginkannya Bupati mundur, justru dipertanyakan pengurus sendiri. Selama ini, KNPI dinilai tak mampu mengurus diri sendiri, ketika terjadi persoalan, justru ingin jadi jembatan bagi pihak lain.

''Saat ini KNPI Bengkalis bukan lagi organisasi massa dan kepemudaan di Bengkalis, melainkan hanya organisasi pribadi karena dalam kegiatannya tidak lagi pernah melibatkan pengurus. Bagaimana mau menjembatani persoalan yang kini tengah terjadi di Bengkalis, untuk mengurus diri sendiri saja belum sanggup,'' ujar salah seorang pengurus KNPI Bengkalis, Supian kepada wartawan, Kamis (4/10/2012).

Menurutnya, ketua terpilih tidak pernah lagi melibatkan komponen kepengurusan dalam menjalankan roda organisasi. KNPI dijalankan sendiri dan sesuka hati. Akibatnya kepercayaan angggota dan pengurus menipis.

''KNPI harus dikelola dengan transparan, setiap keputusan organisasi adalah keputusan kolektif bukan individual seperti yang terjadi dua tahun teakhir. Dan saat ini aktifitas KNPI juga sudah vakum,'' jelasnya.

Jangankan melakukan aktifitas, tambahnya, menggelar rapat kerja pun tidak pernah. Roda kegiatan organisasi diputuskan sendiri. ''KNPI harus bercermin, kalau ingin menyelesaikan persoalan pihak lain, apakah persoalan di diri sendiri sudah selesai, jangan pura-pura jadi pahlawan kesiangan,'' tambahnya.

Di sisi lain kinerja Ketua KNPI patut dipertanyakan karena tidak mampu merangkul elemen kepemudaan yang ada di KNPI serta OKP-OKP. ''Kami akan menuntut pertanggungjawaban kinerja ketua KNPI yang terkesan tidak serius menjalankan roda organisasi,'' tegasnya. (jfk)