
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei memastikan poin-poin utama naskah nota kesepahaman antara negaranya dengan Amerika Serikat kini telah disepakati oleh kedua belah pihak. Mengutip Sputnik News, Jumat (12/6/2026), langkah diplomasi tingkat tinggi ini menjadi sinyal paling kuat sepanjang tahun ini bahwa ketegangan bersenjata di kawasan Timur Tengah berpotensi besar akan segera berakhir.
Sinyal positif ini sejalan dengan pernyataan Presiden AS, Donald Trump, Kamis (11/6/2026), yang mengklaim bahwa poin-poin akhir dari klausul perjanjian damai tersebut sejatinya sudah disetujui oleh seluruh aktor utama yang terlibat, termasuk Israel. Donald Trump bahkan sangat optimistis bahwa kesepakatan bersejarah tersebut dapat dirampungkan dan ditandatangani secara resmi dalam beberapa hari ke depan.
Kendati draf perjanjian sudah memasuki fase akhir, pihak Iran tetap memasang sikap waspada dan melayangkan kritik terhadap dinamika internal politik di Washington. Karakter diplomasi Amerika Serikat yang kerap berubah-ubah dinilai masih menjadi kerikil dalam proses finalisasi naskah tersebut.
"Secara substansi, teks perjanjian tersebut hampir selesai disusun pada bagian-bagian utamanya. Masalahnya adalah sikap Amerika Serikat yang kontradiktif selalu menimbulkan gejolak dan gangguan dalam proses ini," kata Esmaeil Baghaei seperti dikutip dari Press TV, Kamis malam.
Bagi Teheran, konsistensi pelaksanaan poin-poin kesepakatan oleh Amerika Serikat jauh lebih krusial ketimbang sekadar seremoni penandatanganan dokumen di atas kertas, mengingat rekam jejak hubungan diplomatik kedua negara yang kerap diwarnai pembatalan sepihak.
Di koridor diplomasi internasional, kabar mengenai kesepakatan ini langsung memicu reaksi positif di berbagai pasar finansial dunia. Portal berita berbasis di Amerika Serikat, Axios, melansir informasi dari sumber-sumber tepercaya yang menyebutkan bahwa draf perdamaian ini sebenarnya telah mendapatkan lampu hijau dari para pejabat elite di tingkat tertinggi pemerintahan Iran.
Proses hilirisasi diplomatik ini sekarang memasuki babak penentuan yang sangat krusial di internal Teheran. Beberapa poin penting yang kini tengah bergulir meliputi: