
BANYUWANGI -- Tiga bersaudara di Banyuwangi menjadi yatim piatu setelah ibunya, VDN (39), wafat karena terinfeksi virus corona (Covid-19).
Dikutip dari Kompas.com, VDN yang mengabdi sebagai tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Licin, Banyuwangi, meninggal dunia pada Kamis (24/6/2021). Sedangkan suaminya atau ayah dari ketiga anaknya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Tiga anak VDN yang harus menjadi yatim piatu itu masing-masing duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan si bungsu masih duduk di Sekolah Dasar (SD).
DVN diduga terpapar Covid-19 saat melakukan kontak dengan warga. Apalagi, ibu tiga anak tersebut merupakan tenaga pelacak kontak erat di Kecamatan Licin.
''Dia hampir setiap hari berhadapan dengan orang yang konfirmasi positif, bisa jadi penularan terjadi saat kontak,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Widji Lestariono, di Posko Satgas Covid-19 Banyuwangi, Kamis (24/6/2021).
Kondisi sang ibu semakin parah karena memiliki komorbid diabetes melitus. Ia sempat dirawat di RSUD Blambangan, namun nakes tersebut akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.
''Seorang nakes di Licin, yang bersangkutan sudah dimakamkan hari ini,'' kata dia.
Kepala Polsek Banyuwangi Kota AKP Kusmin mengatakan, nakes tersebut sudah dimakamkan pada Kamis (25/6/2021) di pemakaman umum Karangrejo, Banyuwangi.
''Ketiganya anaknya yatim piatu, ayahnya sudah meninggal beberapa tahun lalu, bukan karena Covid-19, tapi sakit," katanya saat dihubungi, Jumat (25/6/2021).
Kusmin mengatakan ketiga anak tersebut saat ini kemungkinan dirawat rekan kerja dari almarhumah. Sebab, tidak ada keluarga atau saudara di Banyuwangi.
''Saudaranya ada di luar kota, dan tak ada di Banyuwangi. Mungkin dirawat sementara sama rekan kerjanya,'' katanya.
Akan berikan beasiswa
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berjanji akan memberikan bantuan beasiswa sekolah untuk ketiga anak nakes tersebut.
''Kebetulan nakes tersebut masuk dalam ASN Pemda, nanti akan bantuan untuk anaknya, bisa beasiswa sekolah, anaknya tiga orang masih kecil-kecil,'' kata Ipuk usai rapat Satgas Covid-19 Banyuwangi, Kamis (24/6/2021).
Banyuwangi menyumbang kasus harian tertinggi Covid-19 di Jawa Timur. Pada Kamis (24/6/2021), sebanyak 88 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
Secara kumulatif, 7.130 orang terkonfirmasi positif. Dari jumlah itu, 5.975 sembuh, 771 meninggal dunia, dan 444 kasus aktif.***