
PEKANBARU – PEKAPrestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Muthiah Syakira Ramla, siswa SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru. Anak kedua dari pasangan Bustami Ramzi dan Nila Wati ini berhasil merebut Juara I pada ajang Lomba Kompetensi Siswa Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (LKS-PDBK) tingkat Provinsi Riau tahun 2025, khusus bidang lomba Teknologi Informasi (TI).
Lomba ini merupakan bagian dari kegiatan Pembinaan Minat, Bakat, dan Kreativitas yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK).
“Alhamdulillah, anak kita atas nama Muthiah Syakira Ramla berhasil meraih Juara I pada bidang Teknologi Informasi. Ini prestasi luar biasa dan membanggakan,” ungkap Kepala SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru, Natta Riviana, S.Pd., M.Pd., Senin (14/7/2025).
Natta menjelaskan, lomba dilaksanakan secara online dan real-time, dengan total lima soal yang harus diselesaikan oleh peserta dalam waktu terbatas. Meski waktu belajar tergolong singkat, Muthiah mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Kami mohon doa dan dukungan agar Muthiah nantinya juga sukses di tingkat nasional dan mampu mengharumkan nama Provinsi Riau, khususnya SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru,” lanjut Natta.
Berikut hasil lengkap juara bidang Teknologi Informasi LKS-PDBK Riau 2025:
Juara I: Muthiah Syakira Ramla (SLBN Sri Mujinab Pekanbaru) – 89,63 poin
Juara II: Zaskia Almaira Putri (SLB Cendana Duri, Bengkalis) – 89,06 poin
Juara III: Arif Rizki Maulana (SLBN Pelalawan) – 81,38 poin
Ajang LKS-PDBK Provinsi Riau merupakan wadah kompetisi bagi siswa berkebutuhan khusus dari seluruh kabupaten/kota di Riau untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai bidang keterampilan. Pemenang tingkat provinsi nantinya akan mewakili Riau di ajang Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) PDBK.
Beberapa cabang lomba yang dipertandingkan di antaranya: Menjahit, Membatik, Hantaran, Merangkai Bunga, Tata Boga, Kecantikan, Kriya Kayu, Teknologi Informasi, dan Kreasi Barang Bekas.
Lomba ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan bakat, kreativitas, kepercayaan diri, serta motivasi siswa berkebutuhan khusus, sekaligus menunjukkan eksistensi dan potensi mereka di tengah masyarakat. ***