
MESUJI – Keberanian dan ketenangan mental ditunjukkan oleh seorang konten kreator wanita berinisial UK saat menghadapi situasi antara hidup dan mati. Warga Kabupaten Mesuji, Lampung ini berhasil menyelamatkan diri dari upaya pembunuhan setelah berpura-pura tewas saat disiksa dan diperkosa oleh dua orang pemuda.
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula dari niat jahat yang sudah direncanakan. Kedua pelaku mendatangi kediaman korban dengan alasan ingin memperbaiki saluran air. Salah satu pelaku merupakan mantan pekerja di kontrakan tersebut, sehingga korban tanpa curiga membiarkan mereka masuk.
"Mereka ini sudah merencanakan hal pemerkosaan. Caranya mereka berdalih ingin memperbaiki saluran air di kamar korban," ujar Firdaus, Senin (9/2/2026).
Begitu mendapat akses ke area pribadi korban, kedua pelaku langsung melancarkan aksi brutalnya. Mereka mengunci pintu kamar, mencekik leher, hingga menyumpal mulut korban dengan sehelai baju agar tidak bisa berteriak minta tolong. Dalam kondisi disekap, korban dipaksa melayani nafsu bejat kedua pelaku secara bergantian di bawah ancaman kekerasan.
Melihat celah untuk bertahan hidup, UK sengaja melemaskan tubuhnya dan berpura-pura pingsan hingga nampak seperti sudah tidak bernyawa. Strategi ini berhasil menipu pelaku yang kemudian panik dan memutuskan untuk membuang tubuh korban ke lokasi terpencil guna menghilangkan jejak.
"Saat perjalanan menggunakan motor, korban mengetahui ada warga melintas dan akhirnya memutuskan loncat lalu berteriak minta tolong," ungkap Firdaus.
Sontak teriakan tersebut membuat para pelaku ketakutan dan langsung tancap gas. Meski berhasil membawa kabur telepon genggam iPhone dan motor milik korban, pelarian mereka berakhir setelah tim kepolisian meringkus keduanya pada Minggu (8/2/2026).
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Mesuji untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga fokus memberikan bantuan psikis bagi korban yang mengalami trauma mendalam akibat serangan fisik dan seksual tersebut.***