PEKANBARU - Dua orang penipu dengan modus menjadi dukun yang bisa menggandakan uang, ditangkap Satreskrim Polres Inhu. Korbannya merugi hingga Rp 715 juta.

Dua orang penipu berinisial SKD (48) dan SYD (53) itu ditangkap pada tanggal 15 Desember 2021. Keduanya berhasil menipu seorang ibu rumah tangga yang berinisial SB (49), warga Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap, Inhu.

“Kasus ini mulai terjadi pada tanggal 21 April 2021. Ketika itu, salah seorang tersangka, SKY datang kerumah korban dan mengatakan jika ada temannya yang bisa menggandakan uang hingga 4 kali lipat. Kemudian SKY menawarkan jasa pengganda uang itu pada korban,” kata PS Kasubsi Penmas Polres Inhu Aipda Misran, Rabu (22/12/2021).

Awalnya korban menolak karena tidak ada uang. Namun, karena tergiur keuntungan yang besar tanpa harus bekerja keras, korban berusaha mengumpulkan uang, hingga akhir April 2021, korban bersama SKY datang kerumah pelaku SKD di Kecamatan Kelayang dengan membawa uang sebesar Rp 33 juta sebagai tanda jadi atau uang muka pengganda.

“Beberapa hari berikutnya, SKY dan SKD datang kerumah korban untuk menjemput uang yang akan digandakan serta keperluan penggandaan,” lanjutnya.

Uang korban terus diambil oleh para pelaku dengan alasan untuk digandakan hingga akhir September 2021.

“Sejak bulan April hingga September, total uang yang telah diberikan korban pada kedua pelaku adalah Rp 715 juta. Sejak akhir September 2021 itu juga korban selalu bertanya pada kedua tersangka tentang hasil penggandaan uang, namun kedua tersangka selalu mengatakan belum berhasil dan korban diminta sabar,” tutur Misran.

Sejak saat itulah korban mulai sadar kalau ia sudah ditipu, akhirnya korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi.

“Dari laporan itu kemudian Tim Opsnal Satreskrim Polres Inhu langsung melakukan penyelidikan, dan memburu pelaku penipuan IRT hingga ratusan juta itu,” jelas Misran.

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya Tim menemukan keberadaan kedua pelaku dan langsung melakukan penangkapan, pada tanggal 15 Desember 2021.

“Kedua tersangka mengaku telah melakukan penipuan terhadap salah seorang IRT di Peranap,” tutup Misran.

Dari penangkapan itu, Tim mengamankan 1 unit senjata airsoftgun berserta sejumlah alat-alat pesugihan. Tidak hanya itu, tim juga mengamankan 1 set peralatan spiritual, 1 unit mobil Toyota Agya warna kuning dan 1 unit sepeda motor merk Suzuki Satria FU yang dibeli dari hasil penipuan, buku tabungan, uanb tunai Rp 2,5 juta sisa hasil penipuan, 1 pucuk senjata tajam berbentuk senjata api dan barang lainnya. ***