
PEKANBARU - Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad, meminta Kementerian Agama segwra menjelaskan alasan penundaan keberangkatan jemaah umroh yang dijadwalkan 23 Desember 2021.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Agama sudah memutuskan penundaan pemberangkatan jemaah umroh yang sejatinya dimulai 23 Desember 2021, dengan alasan adanya ancaman varian baru Covid-19 yakni Omicron.
Disampaikan Achmad, penundaan keberangkatan ini membuat masyarakat yang merupakan calon jemaah umroh kecewa. Sebab, Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah membuka pintu.
"Sejatinya akan dimulai pelaksanaan umroh 23 Desember, artinya secara teknis sudah clear semuanya, namun dalam perjalanannya ada pula kebijakan baru yang menunda karena adanya ancaman virus baru itu," kata Achmad, Rabu (22/12/2021).
Penjelasan kepada masyarakat, lanjut Achmad, merupakan sesuatu yang penting. Karena masyarakat Indonesia sudah melihat bagaimana kelonggaran pemerintah di luar negeri dalam mengatur kehidupan warganya.
Dia mencontohkan, negara-negara Eropa dan Amerika sudah membuka stadion bola dengan kondisi penonton seperti biasa. Meskipun ada protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan.
"Kemudian wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia juga sudah mulai banyak, artinya mereka sudah merasa aman, baik di Eropa dan Amerika," ujar Achmad.
Achmad meminta kepada pemerintah untuk bisa menjelaskan secara gamblang dan dalam bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat, karena saat ini hanya yang dimunculkan bahaya dan bahaya saja.
"Sebelumnya sudah mulai membaik dan kembali digembar-gemborkan ada varian baru Omicron, sampai hari ini belum ada penjelasan dari pemerintah, yang ada hanya menjelaskan bahaya saja," ujar Achmad.
Penjelasan pemerintah juga diperlukan agar masyarakat tidak dalam kecemasan terus, dan bila dikaitkan dengan pelaksanaan ibadah haji dan umroh menurut Achmad itu tidak relevan.
"Pemerintah juga harus buat terobosan, misalnya dikirim dulu dengan jumlah sedikit dari sisi kesehatan juga khusus jemaah yang prima yang berangkat, jangan distop semuanya," jelas Achmad.
Yang harus diingat menurut Achmad, Arab Saudi sudah membuka pintu, sehingga pemerintah tidak perlu membuat kecewa masyarakat.
"Jangan sampai kecewa umat Islam ini, umroh itu bukan wisata melainkan ibadah, jadi tetap dikirimkan namun jumlah sedikit," tutupnya. ***