TELUKKUANTAN - Terjadinya ketegangan antara Cerenti - Inuman dipicu karena belum jelasnya ganti rugi jalur Dewa Ruci Arung Samudera oleh panitia Festival Pacu Jalur (FPJ) tahun 2016. Karena itu, masyarakat Inuman menahan jalur Sijontiak Lawuik PT RAPP yang hendak pulang ke kandang.

Kepada Musliadi, H. Khairun atau yang lebih populer dengan Jirun menyampaikan bahwa jalur Sijontiak dalam kondisi aman. Ia mengaku bertanggungjawab atas penyanderaan jalur tersebut.

"Tadi saya sudah menjumpai panitia dan mereka hanya mengganti rugi sebesar Rp500 ribu. Kami merasa dilecehkan, sebab ganti rugi tidak sebanding dengan kerusakan jalur," ujar Ketua Komisi A DPRD Kuansing Musliadi, S‎Ag menirukan percakapan Jirun, Senin (29/8/2016) malam.

Karena itu, Musliadi meminta kedua masyarakatnya tenang dan bisa menahan diri. Dengan tegas, ia menyatakan akan menyelesaikan persoalan ini dengan panitia FPJ.

"Saya yang akan menyelesaikannya. Jadi, masyarakat tenang. Jangan ada yang anarkis," ujar Musliadi.

Musliadi meminta agar panitia FPJ 2016 bertanggungjawab dan merealisasikan janjinya dengan wajar. "Kalau terjadi kerusuhan lagi, ini masih tanggungjawab panitia." tegasnya.

Sementara itu, sumber GoRiau.com di lapangan menyebutkan, ribuan masyarakat Cerenti mulai bergerak ke Inuman‎. Mereka ingin menjemput jalur yang mengharumkan nama Cerenti pada iven pacu jalur nasional 2016.

"Saat ini, panitia sedang bernegosiasi dengan masyarakat Inuman agar mau melepaskan jalur Sijontiak," ujar polisi yang mengawal negosiasi tersebut.***