BENGKALIS, GORIAU.COM - Kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis semakin parah dan sulit untuk ditangani, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyurati Pemerintah Pusat guna meminta bantuan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini. Surat tersebut dikirim kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Menteri Kehutanan RI dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Dalam surat yang diteken Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh tersebut, intinya Pemkab mengharapkan ada solusi secepat mungkin sebagai langkah antisipasi penanganan karhutla yang terjadi sekarang. Pemkab mengharapkan adanya hujan buatan yang dilakukan pemerintah pusat, dikarenakan karhutla yang terjadi sudah tidak terkendali lagi.
Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bengkalis, H Herman Mahmud, Rabu (19/6/2013) menyebutkan, penanganan karhutla yang terjadi sekarang sudah di luar batas kemampauan daerah. Salah satu upaya dalam waktu dekat yang dapat dilakukan adalah membuat hujan buatan di lokasi kebakaran di Kecamatan Bukitbatu.
''Menghadapi situasi yang mulai tidak terkendali ini, kita sangat mengharapkan Pemerintah Pusat turun tangan. Pak Bupati sudah mengirimkan surat ke pusat supaya ada tindakan bersama mengatasi karhutla yang semakin hari makin meluas,'' ungkap Herman.
Kabut asap tebal yang terjadi sekarang sudah sangat memprihatinkan. Karena api tidak lagi menjalar di atas lahan gambut, tapi sudah masuk ke dalam tanah gambut tebal serta tiupan angin kencang yang selalu berubah-rubah arah membuat api menjalar di dalam lahan terus meluas kemana-mana.
''Upaya penanganan masih terus dilakukan. Tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Keterlibatan Regu Pemadam Kebakaran perusahaan yang ada di Bukitbatu, BPBD-Damkar Pemprov Riau serta Bengkalis, masyarakat peduli Api di Bukitbatu sampai sekarang belum membuahkan hasil, sehingga satu-satunya solusi adalah membuat hujan buatan,'' terang Herman.
Berdasaran pantauan BMKG, dalam beberapa hari kedepan diperkirakan tidak akan turun hujan. Dikhawatirkan apabila hujan tidak turun-turun maka seluruh kawasan di Kabupaten Bengkalis akan tertutup asap, sehingga warga susah beraktivitas. (jfk)