
BENGKALIS - Guna meminimalisir kematian bibit mangrove yang ditanam dalam upaya mencegah abrasi, Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, merekomendasikans sistem penanaman menggunakan konstruksi seperti yang pernah dilakukan di desa ini tahun 2009.
Dipaparkan Ketua Kelompok Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Teluk Papal, Ponimen Minggu (6/3/2016), pihaknya sudah melakukan penyemaian dan penananam mangrove sejak tahun 2010 sampai sekarang, baik yang dilakukan secara swadaya maupun binaan Pemkab Bengkalis.
"Dari sekian ratus ribu bibit mangrove yang ditanam itu, tidak sedikit yang mengalami kematian dan tidak sedikit juga kami melakukan penyulaman atas tanam mangrove yang mati," terang Ponimen.
"Sampai sekarang kami tetap melakukan aktivitas dalam upaya penanggulangan abrasi dengan menanam mangrove meskipun banyak yang mengalami kematian. Kami mengharapkan bantuan kontsruksi dari Pemkab dan selanjutnya di belakang kontruksi akan kami tanami mangrove," jelasnya.
Lanjut Ponimen, pembangunan konstruksi yang fungsinya sebagai peredam gelombang nantinya dapat dijadikan pelindung mangrove yang ditanam di belakang, seperti yang pernah dilakukan di Papal pada tahun 2009. Dengan sistem ini, mangrove yang ditanam tumbuh denga baik serta bisa menekan terjadinya abrasi.
"Contoh sudah ada dan hasilnya sudah terbukti, mangrove tumbuh dengan baik dan laju abrasi bisa berkurang, kenapa tidak dilanjutkan kembali," saran Ponimen.(ail)