SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kepulauan Meranti Drs M Arif MN MPd I mengatakan saat ini minat siswa mengikuti turnamen Bola Voli sudah menurun. Untuk itu diharapkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Disdik selalu mendukung kegiatan (turnamen voli) tersebut dan segera membentuk Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia (Bapopsi).

Hal itu disampaikan M Arif saat menghadiri pembukaan turnamen bola voli yang diselenggarakan oleh SMA N 2 Tebingtinggi, Sabtu (31/1/2015) lalu. Didampingi Sekretaris KONI Kepulauan Meranti, M Arif mengatakan sebenarnya kegiatan turnamen bola voli ini sudah berlangsung sejak zaman Bengkalis dulu. Namun, sangat terasa bahwa minat sekolah-sekolah untuk mengikuti turnamen ini semakin menurun. "Pada kesemptan ini saya ucapkan terima kasih kepada Kepala SMAN 2 Tebingtinggi karena masih setia dan tetap mengadakan kegiatan ini," kata M Arif. Untuk itu, M Arif mengajak mengajak seluruh UPT Dinas Pendidikan untuk selalu mendukung kegiatan tersebut dan segera membentuk Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia (Bapopsi). Melalui Bapopsi, kata Arif pula, maka pelajar yang memiliki bakat dan kemampuan di bidang bola voli dapat dirangkul dan dibina. "Mari kita harumkan Meranti melalui olahraga," ajak dia. Kepada peserta didik yang mengikuti turnamen, M Arif juga menggambarkan secara singkat bagaimana kehidupan masyarakat Jepang yang mampu bangkit setelah luluhlantak oleh bom atom ketika perang dunia. Menurut dia, ada lima hal yang harus dilakukan, yakni bekerja keras untuk mencapai kemajuan, pantang menyerah hingga berhasil, menjaga kehormatan, gemar membaca, dan menjaga tradisi. Kelima hal itu hendaknya dapat diaplikasikan dalam turnamen kali ini. Pernyataan sama juga disampaikan Sekretaris KONI Kepulauan Meranti, Riky Heriansyah. Menurutnya, Bapopsi harus diaktifkan kembali, karena Bapopsi punya peran penting dalam memajukan olaharah pejalar Meranti. Kata Riky lagi, Bapopsi juga menjadi bagian dari anggota KONI. Apalagi KONI juga sudah memprogramkan olaharaga di tingkat pelajar di masing-masing sekolah. Seperti di SMAN 2 yang diberi kepercayaan penuh mengelola turneman volly ball, SMAN 3 di bidang sepak bola, begitu juga sekolah lainnya, sehingga ada upaya bersama yang dilakukan dalam memajukan olahraha pelajar di Meranti yang kelak dapat mengharumkan daerah. "Insya Allah kedepan kita akan buat piala bergilir," sebut Riky. Kepada pelatih dan wasit dia juga berharap agar dapat memantau perkembangan pemain/atlet, karena pelajar yang berprestasi akan disekolahkan ke daera lain sesuai kemampuannya masing-masing. "Seperti pelajar/atlet bulutakis yang telah kita sekolahkan ke PB Djarum (Djarum beasiswa bulutangkis)," sebut dia. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tebingtinggi, Drs Darussamin mengatakan sampai saat ini sekolah yang dipimpinnya itu tetap menjalankan apa yang telah dilakukan dimasa lalu. Meski secara keseluruhan Bapopsi seperi hidup segan mati tak mau, namun rohnya masih ada di SMA Negeri 2 Tebingtinggi. Bapopsi dihidupkan di sekolah yang dipimpinnya itu dan terus kita kembangkan. Bahkan pada turnamen tahun ini mereka juga mengundang instansi terkait agar turnamen yang digelar lebih berkualitas. "Ibarat buah, sebenarnya bibit di tingkat SMA sederajat tinggal dipetik saja. Sekarang apakah kita mau memetiknya atau tidak. Kita hanya menginginkan cabang volly ball ini tetap hidup di Meranti. Mudah-mudahan membantu KONI dan pihak-pihak terkait lainnya dalam mencari bibit pemain yang kelak dapat mengharumkan Meranti," sebut Darussamin. Pembukaan turneman petang itu berlangsung meriah dengan penampilan pencak silat dan marching band dari SMAN 2. Pertandingan pembuka antara SMAN 2 vs SMAN 3 langsung dimulai setelah pemukulan bola pertama oleh Kadisdik yang turut didampingi Sekretaris KONI, dan sejumlah Kasek yang hadir. Dalam pertandingan kemarin, tim putra SMAN 2 berhasil mengandaskan tim putra SMAN 3 dengan sekor 2-0.***