
SIAK SRI INDRAPURA– Konflik agraria antara masyarakat Tumang dan PT Seraya Sumber Lestari (SSL) kian membara. Setelah sebelumnya membakar pos keamanan dan rumah karyawan, warga kembali mengamuk dan meluapkan kemarahan dengan membakar mess, kantor, serta sejumlah kendaraan milik perusahaan, Rabu (11/6/2025).
Aksi ini disebut sebagai bentuk protes terhadap sikap PT SSL yang dianggap arogan dan tidak menghargai warga tempatan dalam proses penyelesaian sengketa lahan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan warga terlibat dalam kerusuhan. Sejumlah karyawan PT SSL terlihat panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Suasana semakin mencekam ketika belasan rumah karyawan serta empat unit mobil dan beberapa sepeda motor turut hangus dilalap api.
"Kondisi benar-benar tidak terkendali. Api menyebar cepat, dan warga tidak bisa lagi dibendung," ungkap seorang warga setempat.
Mobil ambulans terlihat keluar masuk lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan korban luka. Sementara Kampung Tumang yang sebelumnya tenang berubah menjadi medan kerusuhan yang menegangkan.
Beberapa jam setelah kejadian, Bupati Siak, Afni, bersama Dandim dan Kapolres Siak tiba di lokasi untuk meredam situasi. Di hadapan warga, Afni mengimbau agar masyarakat tidak bertindak anarkis dan menyerahkan proses penyelesaian kepada pihak berwenang.
"Tolong tahan diri, jangan ada yang anarkis. Percayakan sama kami untuk menyelesaikan masalah ini," pinta Afni kepada warga.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengamanan di lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden lanjutan ini. Penyelidikan terhadap pelaku pembakaran juga terus berlangsung, bersamaan dengan upaya mempertemukan kembali warga dan perusahaan dalam proses mediasi yang adil dan terbuka. ***