BANGKINANG, GORIAU.COM - Meski di kampung halamannya juga banyak cabe, namun kali ini, Bupati Pariaman Drs H Ali Mukhni, justru memanen cabe di Kampar. Hal ini terlihat dari pemanenan yang dilakukan kebun cabe Dandim 0313 KPR, Selasa (10/3/2015).

Panen tersebut merupakan hasil dari pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya Masyarakat (P4S) Kampar yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, yang diikuti oleh sebagian anggota Kodim 0313 KPR beserta Koramil beberapa waktu yang lalu akhirnya sudah membuahkan hasil yang sempurna.

Panen kebun cabe Dandim 0313 KPR yang dilakukan langsung oleh Bupati Kampar H Jefry Noer,SH bersama Bupati Pariaman Drs H Ali Mukhni di Desa Siabu Kecamatan Salo, Selasa (10/3/2015).

Panen tersebut diikuti langsung oleh Dandim 0313 KPR Letkol Inf Asep Dedi D, Ketua TP-PKK Kabupaten Pariaman, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Holtikultura Kampar Hendry Dunan N,SP,MMA, Camat Salo Muhammad Nasir,SH.

Saat panen tersebut Jefry menyebutkan bahwa kebun cabe yang dibuat Dandim dan anggotanya ini cukup berhasil, sebab perkiraan Jefry usai panen dengan tanaman cabe sebanyak 9000 batang dilahan 1,5 hektar tersebut nantinya akan bisa menguntungkan sekitar Rp 103 juta, karena dari hasil yang kita lihat dalam satu batang cabe akan bisa menghasilkan 2 kg.

Maka apabila 2kg/batang dengan panen 14 kali hasilnya akan menjapai 18 ton lebih, apabila 18 ton dikali harga terendah saja Rp 15 ribu maka akan menghasilkan Rp 270 lebih. Dengan demikian hasil panen Rp 270 dikurang modal Rp 63 juta modal dalam 9000 batang, maka untungnya lebih kurang Rp 203 juta.

Dengan demikian Jefry menyambut baik apa yang telah dilakukan Dandim, untuk itu kedepan Jefry berharap agar setiap koramil membuat usaha cabe tersebut diwilayahnya masing-masing, agar Babinsa idola bisa terwujud ditengah masyarakat.

Untuk itu, kepada Dinas Pertanian Jefry menekankan agar lahan tersebut terus di awasi, karena ini merupakan tanamn cabe percontohan untuk Desa Siabu umumnya di Kecamatan Salo.

Sementara itu Bupati Pariaman Drs H Ali Mukhni mengatakan bahwa dia merasa terkejut dengan hasil panen cabe yang buahnya segar dan panjang, kata Ali di Kampar aja cabe sudah bisa menghasilkan yang bagus apalagi sistem pertanian di Kampar ini diterapkan di Pariaman, jadi tinggal ilmunya aja diterapkan di Sumbar.

Apa yang dikatakan Jefry sebelumnya penghasilan dari tanamn cabe dengan pola Rumah Tangga Desa Pangan Energi dengan penghasilan Rp 8,5 juta/bulannya. Maka gaji para petani aja dua kali lipat banyaknya dibandingkan dengan gaji seorang Bupati, sebab gai bupati Cuma sekitar Rp 5 juta lebih/bulannya.

Dengan demikian minggu depan Ali akan menutus Dinas Pertaniannya untuk mengunjungi lahan cabe tersebut untuk melakukan Study Banding dalam pembelajaran ilmu tanaman cabe yang baik. (rls)