JAKARTA - Dalam persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, terdapat setitik "noda hitam". Apalagi kalau bukan kasus korupsi yang menyeret nama Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia, Dody Iswandi.

Dody dijadikan tersangka oleh Polda Metro Jaya karena diduga menggelapkan dana Carnaval Road to Asian Games di lima kota besar, yakni Medan, Palembang, Balikpapan, Banten, dan Makassar. Dana yang diduga digelapkan Dody sebesar Rp5 miliar.

Namun, menurut Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, proses hukum yang dijalani Dody sama sekali tak mengganggu persiapan Asian Games 2018. Persiapan tetap berjalan sebagaimana mestinya, sesuai dengan yang direncanakan.

"Apa pun kabar yang berkaitan dengan proses hukum di antara segala macam persiapan Asian Games, tidak ada pengaruhnya terhadap semua apa yang sudah berjalan," kata Imam.

Selain itu, menpora mengaku senang dengan progres persiapan semua venue yang nantinya akan digunakan untuk Asian Games. Yang membuatnya senang adalah semua pengerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.

"Semua proses pembangunan venue, termasuk yang di kompleks Gelora Bung Karno, berjalan sesuai harapan. Saya senang mendengar setiap laporan yang masuk," ujarnya.

Semua venue tersebut saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Setiap kontraktor yang dipercaya mengawasi pembangunan, optimistis akan rampung sesuai rencana.

Untuk teknis persiapan Asian Games, menpora akan menggelar test event pada Oktober atau November 2017. Sekitar 10 cabang olahraga akan diperlombakan. Namun, untuk cabang apa saja yang dihelat, hingga kini Imam mengaku masih menggodoknya.

Selain itu, dia mengatakan, atlet yang akan berlaga di test event, bukan atlet yang nantinya akan berlaga di Asian Games. Test event hanya dijadikan tolok ukur evaluasi semua bentuk persiapan Asian Games dari sisi venue hingga penyelenggaraan.***