BENGKALIS- Syamsuar hampir tak percaya. Ada rasa ragu di hatinya ketika melihat dua orang laki-laki yang duduk di samping kantin feri penyeberangan, Roro, Sungaipakning-Bengkalis, bahwa seorang lelaki sebaya dengannya adalah orang yang dia kenal.

"Nginse" alias dirisaukan hati antara kenal atau tidak dengan lelaki tersebut, membuat Syamsuar mendekati kedua lelaki itu yang pagi Selasa (23/1/2018), sama-sama hendak menyeberangan ke Kota Terubuk, Bengkalis.

Ternyata, Syamsuar menjawab keraguannya. "Tadinya sayo ragu, ape betul dia ini sahabat sayo semasa muda," kata Syamsuar yang akhirnya juga ikut duduk di meja yang dijadikan kursi oleh penumpang.

Sedikit agak meloncat, Syamsuar pun duduk di tengah-tengah kedua lelaki itu, dan dikarenakan meloncat tadi kopiah yang dikenakan Syamsuar agak lari dari posisi semula.

"Sabahat sayo ini kapten Feri Mulia Kencana yang saat itu berlayar dengan rute Bengkalis-Siak dan Pekanbaru. Hampir 30 tahun sudah kami tidak bertemu," kata Syamsuar memulai cerita.

Jika naik Kapal Mulia Kencana, kata Syamsuar, maka dia tidak dikenakan biaya karena Mantan kapten Kapal Mulia Kencana Muhammad Yunus, sahabatnya adalah kapten feri.

"Beruntung juga punya sahabat katpen feri, gratis kalau mau berangkat," kata Syamsuar seraya ketawa.

Muhammad Yunus yang agak pendiam itu, juga ketawa medengar cerita Syamsuar ini.

"Sekarang kawan saye ini sudah jadi pemimpin, tentu sayo juga meraso bangga," kata Yunus yang saat ini masih melakoni pekerjaan sebagai Kapten Feri Kencana yang saat ini sudah beralih rute dari Bengkalis ke Melaka, Malaysia.

Pengakuan Yunus, aura Syamsuar menjadi seorang pemimpin sudah terlihat sejak dari muda. Pasalnya, di mata Yunus, Syamsuar adalah pekerja keras dan pandai bergaul.

Selama Syamsuar menjadi pemimpin di Siak, kata Yunus, sahabatnya itu adalah pemimpin yang bagus. Hal ini terlihat dari pembangunan pendidikan san jalan serta kesehatan.

"Yang diminta masyarakat hanya soal pendidikan, jalan, dan kesehatan. Jika ini sudah terpenuhi pandailah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang lain," ucap Yunus.

Karena kepemimpinan Syamsuar sebagai Bupati Siak dipandang Yunus cukup baik dan sukses, ketika Syamsuar berniat maju menjadi Gubernur Riau, dia sangat menyokongnya.

"Saya tinggal di Pakning, dalam keluarga saya ada 10 orang anak dan menantu saya, mereka semua sangat menyokong Syamsuar jadi Gubernur Riau," kata Yunus yang pagi ke Bengkalis untuk pergi kerja membara feri penumpang ke Melaka.***