PEKANBARU, GORIAU.COM - Belasan Masyarakat Riau yang tergabung dalam Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) mendatangi Kantor Konsulat Malaysia demi meminta bantuan untuk penanganan kabut asap di Riau yang semakin pekat, Jumat (4/9/2015) lalu.

Rombongan Ampera yang dipimpin Hendri Marhadi bin Bachtiar langsung disambut Encik Hardi selaku Konsulat Malaysia Perwakilan Riau. Permintaan bantuan kemanusiaan itu menindaklanjuti kabut asap yang begitu pekat masih menyelimuti sebagian besar wilayah Riau.

Ditambah dengan semakin bertambahnya masyarakat Riau terkena penyakit akibat dampak kabut asap. Hingga saat ini, hampir 10 ribu rakyat Riau yang terserang penyakit seperti infeksi saluran pernafasan, sesak nafas, iritasi mata, iritasi kulit, pneumenia dan lainnya.

"18 tahun sudah bencana asap melanda negeri kami Riau, namun belum juga ada solusi yang dapat menghentikan bencana asap ini.  Ketidakpastian solusi bencana asap ini telah membuat kami frustasi," kata Hendri.

Ampera menganggap Pemerintah Indonesia dan Pemprov Riau belum benar-benar menemukan solusi konkrit untuk menyudahi bencana menahun asap di Bumi Lancang Kuning. Bahkan mereka ingin aspirasi mereka langsung disampaikan kepada Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Mohd Najib Tun Razak.

"Frustasi tentang ketidaknyaman hidup dengan yang kami inginkan. Ketidakmampuan bangsa kami mengatasi bencana asap ini membuat hati kami merendahkan diri kepada PM Malaysia agar dapat membantu negeri kami keluar dari bencana ini," pinta Hendri.

Pada kesempatan itu juga, Ampera Riau meminta kepada Pemerintah Malaysia dapat memberikan akses dan kemudahan berobat bagi rakyat Riau yang terkena dampak bencana asap.

Sebelumnya, Pemprov Riau tak kunjung meningkatkan status asap Riau menjadi tanggap darurat dan bencana nasional. Sementara tiap hari, kabut asap semakin tebal dan juga makin menambah daftar masyarakat terserang penyakit.***