PEKANBARU - Ratusan pengendara dan warga sekitar harus mewaspadai sisa material bongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan HR Soebrantas, Senin (15/6/2026). Barang bekas seperti balok kayu dan terpal plastik yang ditinggalkan usai penertiban oleh Satpol PP Kota Pekanbaru ini tidak hanya membuat kawasan terlihat kumuh, tetapi juga berpotensi menyumbat saluran air.

Material sisa dari 90 lapak yang dibongkar, Selasa (9/6/2026) lalu tersebut masih berserakan di sekitar trotoar dan drainase. Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat karena material bisa membahayakan pengguna jalan jika tiba-tiba terbang terbawa angin kencang atau masuk ke parit saat hujan deras turun.

Seorang pedagang yang berjualan tidak jauh dari lokasi pembongkaran mengaku kawasan tersebut kini justru terlihat seperti tempat pembuangan sampah sementara.

"Kalau siang hari tidak terlalu nampak, tapi kalau dilihat sepanjang jalan masih banyak kayu dan plastik yang tertinggal. Orang yang lewat pasti melihatnya. Kesannya seperti lokasi yang ditinggalkan begitu saja," ungkap pedagang tersebut.

Masyarakat berharap sisa puing ini segera diangkut agar fungsi trotoar dan jalan bisa kembali normal sesuai tujuan awal penertiban.

"Kalau memang sudah dibongkar, ya sekalian dibersihkan. Supaya tujuan penataan kota itu benar-benar terasa manfaatnya," harapnya. ***