JAKARTA – Rapat perdana Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, dengan Komisi XI DPR RI berlangsung panas di Senayan, Rabu (10/9/2025). Bukan hanya soal pemaparan strategi ekonomi, Purbaya justru balik menantang DPR dengan pertanyaan yang membuat ruang rapat hening.

Awalnya, ia menjelaskan target mengembalikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke angka 6 persen melalui perbaikan kebijakan fiskal dan moneter. Namun, suasana berubah ketika anggota Komisi XI mulai mencecar dengan pertanyaan seputar pemulihan ekonomi.

Dengan nada tenang, Purbaya mengingatkan bahwa krisis yang terjadi belakangan ini berakar dari pengelolaan fiskal dan moneter di masa lalu. Salah satunya, uang negara sebesar Rp500 triliun sempat mengendap di Bank Indonesia sehingga memicu kekeringan likuiditas. "Itu yang membuat tekanan ekonomi hingga melahirkan unjuk rasa berkepanjangan," tegasnya.

Di titik itu, Purbaya melontarkan kritik keras kepada DPR. "Pertanyaan saya, Komisi XI rapat dengan Menteri Keuangan berapa ratus kali dalam setahun? Kenapa dulu tidak dipertanyakan? Justru saat saya baru masuk, pertanyaan baru banyak sekali," ujarnya, disambut hening di ruang rapat.

Meski demikian, ia menekankan tak mempermasalahkan dinamika tersebut. "Tidak apa-apa, meski terlambat. Yang penting sekarang kita perbaiki," tambahnya.

Sebagai langkah awal, Purbaya berkomitmen mempercepat pembelanjaan anggaran agar tidak lagi tersendat di perbankan. "Saya akan kembalikan kondisi yang memburuk ini. Tapi tentu perlu waktu, karena ini akibat dari langkah kita sendiri," jelasnya. ***