PEKANBARU, GORIAU.COM - Kemajuan teknologi khususnya dalam bidang telekomunikasi dan informasi ternyata tidak selalu berimbas positif. Sejumlah pihak tak bertanggung jawab justru memanfaatkannya untuk menjalankan aksi penipuan. Kondisi ini membuat sejumlah warga di Kota Pekanbaru, Riau, resah.

"Penipuan macam ini sudah sejak lama tapi nggak pernah hilang. Modusnya saja yang berganti-ganti," kata Bagus Himawan, warga Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru, Selasa (28/1/2014).

Menurut dia, kalau dulu modus penipuan yang digencarkan pelaku dengan cara memanfaatkan produk berkemasan dengan janji-janji hadiah, saat ini justru memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Salah satunya, kata dia, yakni dengan mengirimkan pesan singkat berisikan berbagai kalimat yang isinya tidak lain adalah penipuan yang berpotensi merugikan korbannya. "Ada banyak contoh yang nyaris menjadi korbannya. Termasuk saya," kata dia.

Bagus mengatakan, beberapa waktu lalu ada seorang mengirimkan pesan singkat ke nomor ponsel miliknya yang dengan kalimat simple. "Silahkan kirimkan ke nomor rekening ini," kata Bagus menirukan kalimat pesan penipuan itu.

Bayangkan saja, demikian Bagus, kalau sempat ada orang yang tengah dalam situasi yang sama, dia tengah berurusan dengan keuangan, tentu bisa saja kemudian menjadi korbannya. "Korban itu menganggap pelaku adalah rekan bisnisnya sehingga dikirimkanlah uang yang diminta," kata dia.

Kemudian, lanjut kata Bagus, ada juga modus kejahatan dimana pelakunya langsung menghubungi korbannya dengan modus mendapatkan hadiah. "Saya juga pernah dihubungi oleh pelaku ini. Saya coba layani, tapi akhirnya saya balik mengejainnya," kata dia.

Namun parahnya, kata Bagus, pelaku yang tadinya hendak menipu malah balik marah dan memaki dengan nada keras. "Sudah-lah menipu, malah memaki-maki pula. Buat sakit hati saja," katanya.

Sebelumnya, Darmiyah, warga Jalan Bukit Barisan, Pekanbaru, juga nyaris menjadi korban penipuan dengan modus lainnya. "Dia (pelaku) yang mengaku anggota polisi menelpon saya siang hari. Katanya anak saya terlibat narkoba dan dia meminta uang jaminan Rp20 juta," kata dia.

Waktu itu, demikian Darmiyah, pihaknya mengaku sangat panik dan nyaris saja mengirimkan uang yang diminta pelaku melalui sistem transfer di mesin anjungan tunai mandiri (ATM). "Beruntungnya, anak saya ternyata menghubungi saya dan terkejut dan menyadarkan saya. Hampir saja uang Rp20 juta lenyap," kata dia.

Modus penipuan dengan memanfaatkan selular itu terpantau bahkan hampir setiap hari digencarkan para pelakunya, baik lewat pesan singkat (sms) maupun berkomunikasi langsung dengan calon korbannya.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengan modus kejahatan seperti ini. "Jangan mudah tergiur dengan janji-janji yang ditawarkan oleh pihak-pihak tertentu. Apalagi tidak mengenal orang tersebut, bisa-bisa itu adalah modus penipuan," katanya.(fzr/ant)