PEKANBARU – Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperdalam keimanan. Pekanbaru, sebagai ibu kota Provinsi Riau, menawarkan berbagai destinasi wisata religi yang kaya akan nilai sejarah dan spiritualitas.

Dikenal sebagai Kota Bertuah, Pekanbaru memiliki sejumlah tempat ibadah bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu destinasi utama adalah Masjid Raya Pekanbaru, yang terletak di Jalan Senapelan, Kampung Bandar. Berjarak hanya 17 menit dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, masjid ini merupakan salah satu yang tertua di Riau dan menjadi ikon keagamaan yang sarat sejarah.

Dikenal juga dengan nama Masjid Raya Nur Alam atau Masjid Senapelan, bangunan ini memadukan arsitektur klasik dan modern. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan sehari-hari.

Kompleks Makam Marhum Pekan, Peninggalan Sejarah Kerajaan Siak

Tak jauh dari Masjid Raya Pekanbaru, terdapat Kompleks Makam Marhum Pekan, tempat peristirahatan terakhir pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (Marhum Pekan). Makam ini bersebelahan dengan masjid dan menjadi tujuan ziarah bagi masyarakat yang ingin mengenang sejarah Kesultanan Siak.

Di dalam cungkup makam ini, terdapat enam makam keluarga Kerajaan Siak Sri Indrapura, termasuk makam Marhum Bukit, Syaid Syarif Usman Shabuddin (Marhum Barat), dan beberapa anggota keluarga kerajaan lainnya. Makam-makam ini dilapisi marmer merah marun dengan nisan berbentuk gada dari batu andesit.

Sumur Tua Masjid Raya Pekanbaru, Airnya Tak Pernah Kering

Di area Masjid Raya, terdapat sumur tua yang diyakini memiliki khasiat kesehatan dan keistimewaan tersendiri. Sumur ini merupakan wakaf dari Muhammad Sulaiman (Sulaiman India), yang juga menjadi ketua pelaksana pembangunan masjid pada masa itu.

Sumur yang dibangun sejak tahun 1929 ini hingga kini masih mengalirkan air jernih yang tidak pernah kering. Pihak pengurus masjid telah melakukan uji verifikasi dan memastikan bahwa air sumur ini aman untuk dikonsumsi langsung oleh pengunjung.

Surau Tertua Al-Irhaash, Jejak Keislaman Pekanbaru

Tidak jauh dari Masjid Raya Pekanbaru, terdapat Surau Tertua Al-Irhaash, yang berdiri sejak tahun 1925. Surau ini menjadi bukti kuatnya akar keislaman di Pekanbaru serta warisan nilai kesederhanaan dan ketaatan.

Surau ini pernah direnovasi pada tahun 2007 dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya. Dahulu, surau ini juga menjadi markas pejuang tentara fisabilillah. Lokasinya berada di Jalan Senapelan No. 49, Kelurahan Bandar, dan hingga kini masih aktif digunakan untuk ibadah serta pengajian rutin.

Warga setempat, Rita (45), mengatakan bahwa surau ini selalu ramai dikunjungi jamaah setiap hari. "Tempatnya nyaman dan bersih, sehingga banyak warga betah beribadah di sini. Selain itu, sering diadakan pengajian yang menambah ilmu agama kami," ungkapnya.

Masjid Raya Annur, Kemegahan Arsitektur di Jantung Kota Pekanbaru

Masjid Raya Annur Provinsi Riau menjadi destinasi wajib bagi wisatawan religi. Masjid ini berdiri megah di Jalan Hangtuah, dengan desain yang menyerupai Taj Mahal. Arsitekturnya merupakan perpaduan budaya Melayu, Arab, Turki, dan India, menjadikannya salah satu ikon utama Bumi Lancang Kuning.

Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 12 hektar ini memiliki halaman luas yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, seperti jalan santai dan berswafoto. Selain itu, masjid ini juga aktif menggelar kegiatan keagamaan, terutama selama Ramadan.

Pada 2 Maret 2025, Masjid Raya Annur akan mengadakan buka puasa bersama yang dihadiri oleh Gubernur Riau Abdul Wahid, Wakil Gubernur SF Hariyanto, serta Ustaz Abdul Somad (UAS).

"Insya Allah, setelah kembali dari Magelang, Ustaz Abdul Somad akan menghadiri buka puasa bersama di Masjid Raya Annur. Kami mengajak masyarakat untuk turut serta dalam acara ini sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah," ujar Gubernur Abdul Wahid.

Dengan berbagai destinasi wisata religi yang kaya akan sejarah dan nilai spiritual, Pekanbaru menjadi pilihan tepat untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermakna. ***