PEKANBARU, GORIAU.COM - Menghilangnya Gubernur Riau, Annas Maamun saat kondisi kabut asap di Riau sangat pekat dan membahayakan rakyat beberapa hari lalu, dinilai pengamat sebagai sikap yang tidak bertanggungjawab. Sikap itu tidak seharusnya melekat pada jiwa seorang pemimpin, khususnya pemimpin Melayu.

Pasalnya, pemimpin Melayu siap berkorban kapan saja, baik untuk rakyatnya maupun negaranya seperti yang dilakukan dan ditunjukkan raja-raja Siak dan raja-raja lainnya di Riau, saat mendukung negara dan membela rakyatnya.

''Kita sangat kecewa mendengar Gubernur Riau, Annas Maamun tidak memimpin pemerintahannya saat rakyat sangat membutuhkan waktu kabut asap tempo hari. Akibatnya penanganan kabut asap langsung diambil alih oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,'' ujar Direktur Badan Advokasi Publik, Rawa El Amady kepada GoRiau.com, Kamis (20/3/2014).

Dikatakannya, dalam kasus kabut asap, Annas Maamun tidak seharusnya bersembunyi karena persoalan ini merupakan persoalan turun temurun sejak rezim Saleh Djasit dan Rusli Zainal dan terus berlanjut hingga sekarang. Sedang di tingkat pusat, sudah berlangsung sejak era Megawati dan SBY.

''Jadi apa yang perlu ditakutkan, meski di Rokan Hilir, daerah yang ditinggalkan Annas Maamun juga terjadi hal yang sama. Menurut saya, Annas Maamun tidak cakap sebagai Gubernur Riau,'' ujarnya.

Menurutnya, masalah terbesar adalah Annas Maamun, tidak menunjukkan diri sebagai Gubernur yang bertangung jawab dan mampu memberi perlindungan bagi rakyat dalam mencari penyelesaiaan masalah asap. ***