
JAKARTA, GORIAU.COM – Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengaku kecewa terhadap sikap Duta Besar Indonesia untuk Kamboja yang dinilainya tidak dihargai kedatangannya sebagai Kepala daerah WNI yang ditahan sejak beberapa waktu lalu.
''Kedatangan kami disana merasa tidak dihargai dan kami menyesalkan pernyataan Dubes yang menuding kedatangan kami di sana mengganggu dan menghambat kinerja mereka disana,'' kata Bupati Meranti Irwan Nasir didampingi Anggota DPRD Fausi, kepada wartawan saat jumpa pers Rabu malam terkait 23 orang warganya disandera di Kamboja.
Padahal kata Irwan, keberangkataannya ke Kamboja ingin mengetahui langsung terkait warga Selatpanjang yang sebelumnya bekerja di perusahaan judi dan akhirnya ditahan. Selain itu, juga untuk membantu memfalisitasi kepulangannya ke Indonesia. ''Saya sangat kecewa dengan sikap Dubes terhadap kami, tujuan saya hanya untuk mengetahui lansung kondisi warga saya,'' tuturnya.
Irwan juga mengaku sudah melaporkan sikap Dubes RI untuk Kamboja ke Ombusman terhadap perlakuan yang diterimanya selama berada di Kamboja yang tidak merasa diperlakukan secara tidak baik, apalagi dirinya seorang pejabat pemerintah juga. ''Mungkin karena ditelepon pihak Ombusman, makanya warga yang 13 orang dipulangkan,'' ungkapnya.
Irwan juga mengungkapkan, pihaknya juga menjamin terkait biaya pemulangan warganya. ''Kami sudah berkoordinasi ke pihak yang berwenang, BPK agar anggaran APBD yang diambil tidak ada temuan nantinya,'' tuturnya.
Irwan juga menyesalkan pihak Dubes yang menunda-nunda kepulangan warganya untuk kembali pulang kekeluarganya. Padahal 13 orang dari 23 orang WNI yang ditahan sudah dibebaskan dan sudah bisa pulang ke Tanah Air. ''13 orang yang sudah dibebaskan dan Dubes berjanji hari ini akan dipulangkan. Sementara untuk 10 orang masih ditahan dan belum bisa dipulangkan,'' tutupnya. (ari)