
RENGAT- Sejak dua tahun terakhir, APBD Kabupaten Indragiri Hulu terus mengalami penurunan. Hal itu tentunya berdampak pada pembangunan dan perekonomian masyarakat.
Bahkan, kondisi itu diperparah oleh tidak adanya satupun kegiatan atau proyek yang pembiayaannya dari APBD Inhu yang berjalan. Walaupun saat ini sudah memasuki triwulan ke dua tahun anggaran 2016.
Sehingga, para pedagang bahan bangunan, rumah makan dan restoran serta pedagang sembako sekalipun mengeluh akibat omset penjualan mereka trun drastis.
Seperti yang diungkapkan Sunardi (40) pedagang alat-alat bangunan yang ada di Pematang Reba ini. Ia mengaku, sejak Januari 2016, omset penjualan mereka jauh merosot dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Saat ini omset penjualan kami sangat serat, bisa lepas untuk makan dan gaji karyawan saja sudah syukur," ujar Suardi kepada GoRiau.com, Kamis (7/4/2016).
Selain dirinya, pengusaha restoran dan rumah makan juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka mengaku, sejak awal tahun 2016, omset penjualan mereka juga menurun drastis.
"Biasanya, sejak awal Maret kegiatan pemerintah sudah mulai jalan, sehingga banyak dari pekerja proyek dan kontraktor yang membeli nasi ketempat kmi ini. Namun hingga pertengahan April ini, tak satupun dari pelanggan kami yang biasa berbelanja ke sini datang membeli nasi dalam partai besar," tuturnya mengeluhkan.
Dan dia mengaku bahwa, sejak dirinya membuka usaha rumah makan sejak 6 tahun silam, tahun 2016 ini merupakan tahun terparah. "Ini merupakan tahun terparah. Jika hal ini berlangsung lama, besar kemungkinan kami tidak lagi mampu menggaji karyawan, apalagi membayar pajak," keluhnya.***