
TEMBILAHAN- Memasuki bulan suci Ramadan yang lebih kurang 17 hari lagi, Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Inhil, Riau menggelar rapat koordinasi lintas sektor di aula kantor Disperindag, Kamis (19/5/2016).
Rapat yang dipimpin oleh Kadisperindag Inhil, Eddiwan Shasby itu diikuti oleh para pengusaha dan agen-agen sembako yang ada di Inhil.
''Rapat ini kita laksanakan untuk mengetahui ketersedian stok bahan kebutuhan pokok selama bulan Ramadan, termasuk ketersediaan gas elpiji,'' jelas Eddiwan usai memimpin rapat.
Untuk ketersediaan beras, dijelaskannya bahwa pihak dari Bulog telah memastikan stok akan aman, dimana Bulog juga akan melakukan operasi pasar.
Sementara untuk ketersediaan gas elpiji, ia juga meyakini tidak ada permasalahan, karena untuk tahun 2016 ini, pihak pertamina menambah kuota gas untuk Inhil.
''Tahun 2015 lalu, kuota gas elpiji 3 kg untuk Inhil hanya 8.748 tabung, sedangkan kebutuhan mencapai 9.857 tabung. Tapi tahun ini, kuota telah ditambah yaitu sebanyak 12.825 tabung,'' jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Eddiwan menekankan agar pihak pengusaha dan agen tidak melakukan penimbunan sembako, karena dikatakannya pihaknya akan terus melakukan pemantauan.
''Kita juga merencanakan melakukan sidak ke lapangan, tapi berkoordinasi dulu dengan Bagian Ekonomi Setdakab Inhil,'' tukas Eddiwan.(*/ayu)