PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - PT Medco memastikan akan melakukan pengaspalan jalan Kerumutan menuju jalan Lintas Timur sepanjang 10 KM, sementara MoU pengaspalan sudah ditandatangani. Medco akan melakukan pengaspalan bertahap yakni 4 kilometer dan 6 kilometer pada tahap kedua. Hal ini terungkap pada rapat dengan pendapat antara Komisi C DPRD Pelalawan dengan PT Medco dan PT Sari Lembah Subur (SLS), Selasa (5/3/2013).
Kepastian rencana pengaspalan ini disampaikan oleh Ahmad Darwis selaku Humas PT Medco dihadapan anggota DPRD dari Komisi C. Dalam hearing yang digelar di Gedung DPRD Pelalawan itu, terlihat hadir Ketua Komisi C DPRD Pelalawan Suprianto SP rapat yang langsung memimpin rapat, Sekretaris Komisi C Habibi Hapri dan kedua anggota komisi lainnya yakni H Muklis Ali dan Ismael Muchtar. Sementara dari pihak perusahaan terlihat hadir humas PT Medco Ahmad Darwis bersama manejemen sedangkan dari pihak PT Sari Lembah Subur salah satu perusahaan perkebunan Kelapa sawit terlihat hadir Humas perusahaan H Toufik beserta jajaran nya.
Dalam rapat tersebut, disampaikan oleh Ketua Komisi terkait kepastian PT Medco yang ingin melakukan pengaspalan jalan Kerumutan menuju jalan Lintas Timur sepanjang 10 KM, sementara MOU rencana pengaspalan sudah di tanda tangani sementara sampai sekarang belum juga terealisasi.
Mendengar pernyataan itu, Humas PT Medco Ahmad Darwis mengaku bahwa rencana pengaspalan jalan tersebut pasti terealisasi. Pasalnya, rencana menagement untuk melakukan pengaspalan jalan Kerumutan memang sudah dianggarkan dan diperkirakan akan terealisasi untuk tahap awal sepanjang 4 KM pada bulan April 2013 ini.
"Sedangkan 6 KM lagi akan dilanjutkan pada tahun 2014, dan rencana itu sudah di programkan oleh pihak PT Medco bersama BP Migas," katanya.
Sedangkan ketebalan aspalnya sendiri, masih menurut Ahmad Darwis bahwa untuk ketebalan aspalnya nantinya akan disesuaikan dengan Muatan Sumbu Terbetarnya (MST) yakni delapan (8) ton. Dengan MST tersebut nantinya, maka kekuatan aspal tersebut sanggup menahan kendaraan dengan kapasitas 24 ton ke atas.
Sementara itu anggota Komisi C lainnya H Muklis Ali menyampaikan, bahwa saat ini pihak PT Medco sudah melakukan pengaspalan sepanjang 10 KM dan akan direalisasikan pada tahun ini. Sedangkan PT SLS sendiri apa yang akan direalisasikan untuk peningkatan pembangunan jalan Kerumutan sementara jalan tersebut dipakai bukan hanya dari PT Medco melainkan dari PT SLS dan perusahaan lainnya.
Mendengar pernyataan itu, Humas PT SLS H Toufik menyampaikan bahwa sejak PT SLS menggunakan jalan tersebut untuk proses produksi sejak tahun 1992 sepanjang 22 KM dari Lintas timur sampai bibir perusahaan, sampai sekarang PT SLS yang melakukan perbaikan, apalagi kondisi jalan itu kontur tanah nya lempung pasir sehingga gampang gembur apabila dilintasi mobil berat.
"Makanya kalau setiap kali hujan, pasti kita perbaiki apalagi kalau setiap hari hujan maka setiap hari diperbaiki, kalau tidak nanti pasir sama kerikilnya akan kepinggir jalan dan kondisi tanahnya akan membentuk kubangan sehingga sangat sulit dilewati. Jadi kalau berbicara jalan Kerumutan, PT SLS sudah cukup untuk memberikan kontribusi perbaikan," katanya.
Mendengarkan hal itu, Ismael Muchtar menyampaikan agar supaya jalan tersebut bisa di aspal dan tidak berdebu lagi terlebih lagi saat ini perkembangan penduduk di daerah itu saat ini terus meningkat jumlahnya maka sudah cukup layak untuk di aspal. Untuk itu, diharapkan kepada PT SLS daripada cukup banyak biaya yang dianggarkan untuk perawatan, diminta supaya biaya perawatan dialihkan untuk pengaspalan sesuai dengan aspal yang dibuat oleh PT Medco biar 2 KM setiap tahunnya.
"Dan ini diberlakukan bukan hanya oleh PT SLS melainkan perusahaan lain yang memanfaatkan jalan tersebut," tutupnya. (ilm)