PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian terus melakukan penyelidikan, usai ditemukannya sesosok mayat bersimbah darah di dalam gudang proyek bangunan ruko, di jalan Pasir Putih, kelurahan Simpang Tiga kecamatan Bukit Raya, Selasa (28/7/2015) pagi tadi.

Korban tersebut teridentifikasi bernama Sihombing (25). Saat ditemukan tedapat luka sabetan senjata tajam di bagian belakang lehernya, kaki terlilit kain dan dalam posisi tertelungkup. Dia ini, merupakan salahseorang buruh bangunan yang sedang mengerjakan pembuatan ruko di lokasi.

"Kita sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Ada dua orang saksi yang kita mintai keterangannya," kata Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi kepada Goriau.com, Selasa (28/7/2015) siang.

Mayat Sihombing, sambung Kanit, pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Siyamto (38). Waktu itu Siyamto. Hendak masuk ke dalam gudang melalui akses pintu belakang. Alangkah kagetnya dia, saat melihat ada banyak darah di lantai dan menemukan Korban sudah tidak bernyawa lagi.

Tanpa pikir panjang, Siyamto pun langsung mengabarkan kejadian itu kepada warga sekitar, dan polisi dari Bukit Raya dan Polresta Pekanbaru langsung menuju lokasi untuk olah tempat kejadian perkara. "Dugaan awal, korban dihabisi dengan senjata tajam jenis parang, namun yang jelas kita masih melakukan penelusuran," ucapnya.

Sementara itu, Yusuf (32), warga yang tinggal disamping gudang mengatakan, bahwa sejak lebaran lalu, korban menetap di bedeng barak ini bersama seorang rekannya yang juga buruh bangunan. "Biasanya rame, tapi karena lebaran, ada yang mudik, jadi tinggal mereka berdua saja," sebutnya.

Dari data yang diperoleh GoRiau.com, rekan korban ini bernama Udin, warga asal Lombok, yang mana saat kejadian, Udin sudah tidak ditemukan di lokasi. (had)