DUMAI, GORIAU.COM - Untuk terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan taraf Kesehatan Masyarakat kota Dumai, Pemerintah tahun ini kembali melanjutkan program pelayanan kesehatan dan sekolah gratis bagi masyarakat Dumai, khususnya bagi warga yang memegang kartu tanda miskin.

''Untuk meningkatkan SDM dan taraf kesehatan masyarakat kota Dumai agar lebih baik dan lebih meningkat, tentunya pemerintah tahun ini kembali melanjutkan program pelayanan kesehatan dan sekolah gratis bagi masyarakat Dumai, khususnya bagi warga yang memegang kartu tanda miskin,'' kata Wakil Walikota Dumai dr. Agus Widayat saat ditemui usai membuka kegiatan sosialisasi kurikulum 2013 di Balai Pertemuan Sri Bunga Tanjung Jalan Putri Tujuh Dumai.

Dijelaskan Wakil Walikota Dumai, biaya pendidikan dan berobat gratis bagi warga kurang mampu diambil dari APBD Kota Dumai. Melalui program sekolah gratis, Pemerintah membebaskan biaya pendidikan mulai jenjang SD hingga SMU, khusus bagi warga kurang mampu, tujuannya untuk mensukseskan program wajib belajar 12 tahun.

Lanjutnya, untuk jaminan kesehatan, pemerintah sejak 2011 telah meluncurkan program jaminan kesehatan kota (Jamkesko) yang ditujukan bagi warga kurang mampu, pemegang kartu Jamkesko dibebaskan biaya berobat hingga rawat inap khusus dikelas III RSUD Dumai.

''Masyarakat miskin dapat menikmati program layanan berobat gratis, seperti rawat inap di RSUD Dumai khusus kelas III melalui Program Jamkesko. Program ini merupakan program Pemerintah untuk mensukseskan program Sehat Masyarakat menuju Dumai Sehat 2015,'' terang Agus.

Ditambahkan Wawako, Program Jamkesko bertujuan untuk meringankan beban Masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu yang ada dikota Dumai. Sedangkan bagi warga miskin yang belum memiliki kartu Jamkesko dpat langsung ke RSUD Dumai dengan cara membawa KTP dan KK serta surat tanda miskin dari kelurahan untuk mendapatkan layanan berobat dan rawat inap Gratis khusus di kelas III RSUD Dumai.

Tujuan dan sasaran program Jamkesko, menurut Wawako untuk meningkatkan akses pelayanan terhadap seluruh lapisan masyarakat Kota Dumai agar tercapai derajat kesehatan yang optimal. Dengan sasaran masyarakat miskin atau yang mendekati miskin yang tidak termasuk kedalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau jaminan kesehatan lainnya.

Selain itu, pemerintah juga memiliki program pendidikan gratis mulai dari SD – SMU khusus bagi keluarga miskin yang dibuktikan melalui kartu tanda miskin, Program pendidikan Gratis, kata Wawako dikemas melalui program sehat pendidikan.

''Melalui program tersebut, pemerintah membebaskan biaya sekolah mulai dari tingkat SD - SMU, khususnya bagi masyarat miskin yang sudah tidak sanggup lagi membiayai anaknya untuk melanjutkan sekolah sehingga tidak ada alasan masyarakat untuk tidak menyekolahkan anaknya,'' urainya.

Menurut Agus lagi, selain mensukseskan program pendidikan 12 tahun, tujuan lain dari program sehat pendidikan adalah untuk menekan angka kebodohan dikota Dumai

Terakhir Wawako berharap, melalui berbagai program pro Rakyat seperti berobat dan sekolah gratis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Dumai sehingga apa yang menjadi harapan Pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat berhasil dengan baik yang pada akhirnya tujuan dari Visi Dumai 2015 berjalan sesuai harapan.

''Semoga program yang telah dicanangkan oleh Pemko Dumai ini benar - benar dapat dinikmati oleh masyarakat Dumai, khususnya masyarakat tidak mampu, agar kesejahteraan masyarakat Dumai semakin meningkat dan lebih baik,” tukas Agus Widayat. (za)