
DUMAI - Kebutuhan beras untuk masyarakat di Kota Dumai, Riau, masih diimpor dari negara Vietnam. Saat ini kondisi stok beras yang tersimpan di gudang Bulog sebanyak 11.267 ton dari negara Vietnam, dan dalam waktu dekat akan menerima pemasukan sebanyak 11 ribu ton untuk menambah kekuatan cadangan beras pemerintah.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kota Dumai, Faisal Ashari Rambe kepada wartawan. Masyarakat diharapkan terbantu, dengan beras kualitas medium yang diimpor dari Vietnam, untuk Ramadan dan Lebaran, nanti.
"Kita juga menggelar operasi pasar untuk memudahkan masyarakat, akan kebutuhan beras. Pasar beras murah kualitas medium seharga Rp9.700 per kilogram (kg)," ujarnya.
Sambungnya, operasi pasar bertujuan menjaga stabilisasi dan mengantisipasi lonjakan jelang masuk Ramadhan hingga Idul Fitri 1437 Hijriah mendatang. Antusias masyarakat sangat tinggi dalam operasi pasar, karena beras merupakan kebutuhan pokok dan harga beras kualitas premium di pasaran mahal dibanding medium.
"Hasil pantauan kita di pasaran untuk beras kualitas premium saat ini masih relatif stabil berkisar Rp10 ribu per kg hingga Rp13 ribu per kg, dan kita ingin memudahkan masyarakat memperoleh beras dengan harga murah," jelasnya.
Ditempat terpisah, pedagang beras di Pasar Senggol Jalan Sudirman, Anto kepada GoRiau.com mengatakan, masyarakat lebih memilih beras mudik dari Sumatera Barat (Sumbar). Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan dengan beras Vietnam.
"Beras mudik, harganya berkisar Rp15 ribu per kg hingga Rp16 ribu per kg, saat ini. Belum ada kenaikan untuk beras dari mudik," jelasnya mengakhiri pembicaraan.***