
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Masyarakat Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti mendambakan Pendidikan Kejuruan, infrastruktur jalan dan listrik. Ini disampaikan oleh masyarakat Bokor pada saat anggota Komisi D DPRD Riau, H Zulkarnain Nurdin melaksanakan reses di daerah tersebut.
Permintaan masyarakat ini disampaikan oleh Kepala Desa Bokor, Aminnullah, Rabu (1/5) siang di Kantor Kepala Desa Bokor. Menurut Aminnullah, Desa Bokor merupakan penghasil pertanian seperti kopi, karet dan sagu. Dikatakannya lagi, untuk itu sangat diperlukan sekolah kejuruan pertanian agar bisa memaksimalkan potensi pertanian di Desa Bokor.
''Kita harapkan di Desa Bokor ini dibangun Sekolah Kejuruan Pertanian, sebab di sini banyak menghasilkan pertanian seperti kopi, karet dan sagu. Selain itu kita juga ada pantai, sungai, lahan bakau lebih kurang 6KM, ini bisa melindungi habitat flora dan fauna, mungkin juga lokasi ini ada nilai sejarahnya dan itu yang akan kita bakukan, akan kita angkat. Kalau sudah ada sekolah Kejuruan mereka bisa memaksimalkan hasil pertanian di sini, dan Alhamdulillah Pemkab Meranti mendukung itu," kata Aminnullah dalam penyampaiannya.
Selain itu menurut Aminnullah, Desa Bokor ini juga mendambakan infrastruktur jalan yang memadai sehingga petani bisa mengakses jalan tersebut untuk memasarkan hasil pertanian seperti karet dan kopi. Disamping itu, dikatakannya lagi Masyarakat Desa Bokor juga mengharapkan penerangan, karena sampai saat ini listrik di Bokor hanya hidup pada malam hari.
Sementara itu, menurut Falzan Surahman, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti mengatakan meski bukan menjadi gawe nya Komisi II terkait pendidikan, namun selaku wakil rakyat, ia mengatakan sangat setuju Desa Bokor dibangun Sekolah Kejuruan Pertanian dan Ia akan menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Bokor tersebut.
"Ya kita sangat setuju Desa Bokor dibangun Sekolah Kejuruan Pertanian itu, kita akan menyampaikan ke komisi terkait. Kalau untuk akses jalan saya melihat akses dari desa ke kecamatan sudah memadai. Sedangkan kelistrikan, kita berharap Gas di Pulau Padang bisa digunakan untuk Pulang Tebing Tinggi, sehingga PLTD di Tebing Tinggi bisa kita pindahkan ke Rangsang Barat ini," kata Politisi PBB yang juga ketua DPW PBB Meranti ini.
Sementara itu, menanggapi dari beberapa aspirasi masyarakat, Zulkarnain Nurdin mengakui memang banyak daerah yang fasilitas pendidikannya sangat kurang meski anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari APBD, maupun APBN.
"Kita berikhtiar maksimal, agar sekolah-sekolah yang memang membutuhkan fasilitas bisa dibantu. Mereka layak mendapatkan fasilitas itu. Keadaan saat ini tidak ada korelasi anggaran besar dengan kemudahan masyarakat mengakseskan pendidikan itu," katanya lagi.
Terkait permintaan masyarakat Bokor untuk dibangun Sekolah Kejuruan Pertanian, Zulkarnain Nurdin mengatakan kalau memang pertanian sangat menonjol di Bokor, kenapa tidak disupport, itu akan mengangkat perekonomian desa Wisata di Kepulauan Meranti itu.
"Ya kita harapkan secepatnya aspirasi mereka terkabul dan kita harapkan SMK Pertanian itu bisa mendesign pertanian tradisional menjadi petani modern. Karena untuk mewujudkan pertanian modern itu harus dengan ilmu," tambahnya.
Sementara itu, Politisi PBB ini juga mengatakan, kondisi jalan sebagaimana yang didambakan masyarakat Bokor, merupakan tanggungjawab Kabupaten, namun menurutnya lagi program semenisasi ada program di PU Provinsi, untuk itu Ia akan mencoba berkoordinasi dengan Komisi yang menangani pembangunan. "Kita akan sampaikan ke PU," tutupnya. (nti/***)