
SELATPANJANG – Seekor ular piton memasuki perkampungan warga yakni di Perumahan Dorak Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebingtinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Ular tersebut sempat memangsa seekor kambing.
Ular piton sepanjang 5 meter tersebut membuat warga heboh dan viral di medsos. Namun saat ini ular tersebut sudah dievakuasi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Kepulauan Meranti.
Akun instagram @viralpekanbaru mengunggah detik-detik tim Damkar mengevakuasi ular tersebut.
"Viral, beredar video Tim Damkar Kepulauan Meranti berhasil mengevakuasi seekor ular phyton berukuran jumbo di kawasan pemukiman warga Perumahan Dorak, Selatpanjang, Senin (27/11)," tulisnya, pada Selasa (28/11).
Dalam video, tampak 3 orang berbaju dinas Damkar dibantu 1 orang warga mengevakuasi ular yang disebut baru memangsa seekor kambing.
Beberapa anggota dari tim Damkar dibantu warga tampak berusaha mengamankan ular. Aksi mereka menangkap ular tersebut jadi tontonan warga. Sejumlah warga tampak sibuk mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel.
Kepala Seksi Penyelamatan Damkar Kepulauan Meranti Ekaliptus saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Dia menyebutkan, ular piton itu muncul di parit rumah warga bernama Rafriza yang juga anggota BPBD Kep Meranti.
"Iya itu kejadiannya Senin sore kemarin jam 15.40 Wib. Ular piton itu mau memangsa kambing, sudah dililit tapi belum sempat ditelan," ujar Eka.
Eka menjelaskan, ular piton berukuran tak biasa itu ditemukan di Perumahan Dorak Blok O Kelurahan Selatpanjang Timur. Menurut Eka, selama dia bertugas di Damkar, baru kali ini dia mengevakuasi ular berukuran besar.
"Sejak 5 tahun belakangan, ini ular paling besar yang kami evakuasi, ukurannya lebih dari 5 meter. Kami ada 5 orang yang mengangkatnya," kata Eka.
Eka menjelaskan, proses evakuasi ular itu tak sembarangan. Tim damkar memerlukan waktu sekitar 20 menit. Satwa melata itu nyaris menyantap kambing yang sudah dililitnya.
"Kemudian ular piton itu dilepasliarkan ke habitatnya. Setelah itu, petugas kembali ke kantor Damkar," jelas Eka. ***