
PEKANBARU, GORIAU.COM - Selain meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulher sebagai tersangka kasus alih fungsi lahan yang menyeret Gubernur Riau non aktif H Annas Maamun, massa juga meminta Zulher dicopot dari jabatannya saat ini.
Dibunyikan dalam poin keempat tuntutan mereka, 'Meminta kepada Plt Gubernur Riau untuk memberhentikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulher'.
Mereka menuntut agar KPK menetapkan Zulher sebagai tersangka karena diduga sebagai dalang di balik kasus suap alih fungsi lahan yang menyeret Gubernur Riau non aktif, H Annas Maamun.
Zulher tengah menghadiri Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Provinsi (RPJMD) Riau yang ditaja Bappeda Riau, di Ruang Melati, Kantor Gubernur Riau.
Zulher dituding gencar menjembatani antara pihak perusahaan dan Annas Maamun untuk mempermudah izin alih fungsi lahan. Bahkan Zulher juga dituding menjadi penemu pemilik PT Duta Palma Surya Darmadi dengan Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau Gulat Medali Emas Manurung.
"Kita ingin bertemu dengan petinggi di sini. Kita ingin kasus alih fungsi lahan ini terus didalami. Termasuk menetapkan Zulher sebagai tersangka," kata Koordinator Lapangan, Tengku Andri Piska Firdaus.
Ada 4 tuntutan yang mereka sampaikan. Diantaranya meminta KPK membongkar dalang di balik kasus alih fungsi lahan yang menjerat Gubri non aktif Annas Maamun. Kemudian meminta KPK mengusut tuntas kasus tersebut.
Ketiga, meminta KPK menetapkan Zulher sebagai tersangka yang diduga menjadi dalang di balik kasus suap alih fungsi lahan. Terakhir, meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman memberhentikan Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulher.
Massa diterima Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Kemasyarakat dan Sumberdaya Manusia, H Syamsurizal di depan Kantor Gubernur Riau. Dalam penyampaiannya, Syamsurizal akan menyampaikan seluruh aspirasi massa kepada Plt Gubernur Riau.
"Saya di sini hanya berkapasitas sebagai panjang tangan, dan selanjutnya tuntutan teman-teman akan saya sampaikan kepada atasan. Karena Pak Plt Gubernur Riau tengah berada di Jakarta," ujar Syamsurizal dengan singkat.***