PEKANBARU- Sampai saat ini, pukul 12.45 WIB, Senin (28/3/2016), unjuk rasa ratusan massa dari Badan Ekslusif Mahasiswa (BEM) universitas Lancang Kuning masih berlangsung di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Pantauan GoRiau.com, di tengah terik matahari, secara bergantian massa BEM Lancang Kuning menyampaikan orasinya yang sudah berlangsung sekita 3 jam. Meski sebagian massa mulai mundur karena kelelahan, namun semangat mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi rakyat Pekanbaru ini, tak pernah berhenti.

"Kita tak akan mundur, sebelum Walikota Firdaus atau Wakil Walikota Ayat Cahyadi menemui kita. Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa. Kami menolak nama Kota Pekanbaru sebagai Kota Bertuah menjadi Kota Madani. Apa alasan Firdaus dan Ayat Cahyadi merubah slogan kota yang kita cintai ini," teriak orator perempuan dengan lantang.

Kendati Plt Asisten Administrasi Umum Pemko Pekanbaru Harris Rozie sempat menemui massa, namun kedatangannya ditolak pendemo.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Pekanbaru ini menjelaskan, secara fungsi, jabatan walikota Pekanbaru itu selalu ada. Namun, secara lahiriah, Walikota Pekanbaru Firdaus MT memang tidak berada di kantor karena ada urusan dinas ke Jakarta. Sementara, Wakil Walikota Ayat Cahyadi sedang memimpin sejumlah rapat.

"Tanpa mengecilkan hati pendemo, makanya tadi saya ditugaskan Pak Wakil Walikota untuk menemui mahasiswa. Mendengarkan aspirasi guna disampaikan ke Pak Walikota dan Pak Wakil. Tapi para pendemo tak mau, ya mau apa lagi," jawab Harris kepada GoRiau.com.

Terkait tuntutan massa adanya perubahan nama Kota Bertuah menjadi Kota Madani, kata Harris, hal itu sudah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) yang disahkan wakil rakyat yang duduk di DPRD Pekanbaru.

"Kalau tuntutan mahasiswa itu wajar-wajar saja. Ini masalah mis komunikasi saja," ujarnya.

Pekanbaru Kota Madani, lanjut Harris, sesuai visi misi Firdaus-Ayat Cahyadi sebelum menjabat sebagai Walikota dan Wakil Wlikota Pekanbaru. Dimana, setelah terpilih memimpin Pekanbaru, visi misi ini di-Perda-kan, melalui persetujuan anggota DPRD Kota Pekanbaru.

"Mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang madani. Kalau kita cermati arti Kota Bertuah, itu sinomin dari Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman dan Harmonis. Ciri-ciri masyarakat yang madani, kan sudah tertera di kata Bertuah itu," jelasnya.

Terkait slogan Kota Madani itu belum sesuai dengan kondisi Pekanbaru yang masih marak hiburan malam, prostitusi, narkoba dan lainnya, menurut Harris, itulah pekerjaan rumah Pemko Pekanbaru dan masyarakat untuk membersihkannya.

"Ini kan cita-cita kita, inilah visi Pak Firdaus dan Pak Ayat agar Pekanbaru menjadi Kota Madani. Kalau kondisinya sekarang seperti yang disampaikan mahasiswa, inilah tugas kita bersama untuk merubahnya. Ibarat seorang ayah yang ingin anaknya sholeha, tentu si ayah berusaha mendidik anaknya dengan baik, sehingga apa yang diinginkan ayahnya dapat terwujud," tutup Harris.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian menambahkan, pihaknya akan terus berjaga-jaga untuk mengamankan kantor walikota ini dari aksi demontrasi mahasiswa.

"Sampai sore pun kita tetap kawal. Semua keinginan mahasiswa sudah kita upayakan akomodir, tapi mereka tetap saja ngotot untuk bertemu Pak Walikota atau Pak Wakil Walikota. Kita lihat saja nanti," jelasnya.

Hingga berita diposting puluhan massa masih bertahan di depan pintu masuk kantor Walikota Pekanbaru dengan pengawalan ketat personil polisi dan satpol PP.(***)