
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kabupaten Kepulauan Meranti yang baru berdiri masih memerlukan investasi swasta dalam berbagai bidang. Untuk itu, perlu promosi investasi ke pihak luar dengan lebih baik. Dan salah satu yang berpotensi sebagai duta promosi investasi adalah para perantau Tionghoa yang menyebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
''Kita mengajak para pengusaha Tionghoa yang datang dalam kunjungan Imlek ke Selatpanjang untuk membantu pemerintah daerah dalam memberikan informasi kepada calon investor bahwa Meranti masih menginginkan masuknya investor seperti air bersih dan lain-lain,'' ujar Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Masrul Kasmy.
Dia mencontohkan, Meranti hingga saat ini masih mengalami kekurangan air bersih, walau sudah ada perusahaan yang mengelola air laut menjadi air bersih namun produksinya masih belum bisa menutupi kebutuhan masyarakat secara luas.
''Kita mengajak para pengusaha, khususnya warga Tionghoa yang pulang kampung dalam kaitan Tahun Baru Imlek agar bisa melihat potensi investasi yang masih terbuka lebar di Meranti saat ini. Kiranya peluang ini bisa dimanfaatkan oleh pengusaha, terutama calon investor anak Meranti yang sudah berhasil di perantauan,” sebut Wakil Bupati Masrul Kasmy, saat berkunjung ke rumah warga Tionghoa dalam kegiatan perayaan Tahun baru Imlek di Selatpanjang, Rabu (13/2/2013).
Masrul menjelaskan, saat ini kebutuhan air bersih di Kepulauan Meranti masih sangat tinggi, apalagi pada musim kemarau, warga masih saja kesulitan untuk menutupi kebutuhan air bersih buat keluarganya. Karenanya, umumnya masyarakat masih mengandalkan air hujan sebagai kebutuhan air bersih dan air minum bagi umumnya masyarakat.
“Memang saat ini sudah ada perusahaan air bersih yang beroperasi, namun jumlah produkya masih kurang sangat jauh dari volume kebutuhan masyarakat Meranti,” sebut Masrul lagi.
Menurut Masrul, investasi air bersih yang bisa menyuplai air langsung ke rumah-rumah melalui sambungan pipa sangat diharapkan masyarakat. Perusahaan air bersih yang sudah beroperasi, yakni PT Meranti Tirta Investasi (MTI) yang mengolah air laut menjadi air bersih baru mampu menyuplai air bersih lewat mobil tanki yang diantar ke rumah warga. Sedangkan untuk air minum, telah dikemas dalam galon dan baru mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Selatpanjang.
''Kita juga berharap terutama warga Tionghoa yang sudah berhasil di rantau orang bisa pulang dan menanamkan investnya di Meranti. Pemerintah akan mendukung dan memberikan berbagai kemudahan,” sebut Wabup. (kpt)