PEKANBARU, GORIAU,COM - Rencana pemecahan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau menjadi tiga dinas baru tampaknya sudah tidak bisa ditawar lagi. Pasalnya, semakin lama anggaran untuk Dinas PU Riau semakin besar karena banyak fasilitas yang akan dibangun. Bahkan anggaran PU Riau tahun ini diatas Rp2,6 triliun, dan itu tak akan habis oleh satu dinas.

''Karena itu kita minta segera disusun draft pemecahan Dinas PU menjadi Dinas Pemukiman dan Pengairan, Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga. Tapi sayangnya, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, seharusnya hari ini mereka membawa draft pemecahan Dinas PU Riau, tapi kenyataan mereka tak membawanya,'' ujar Ketua Pansus SOTK DPRD Riau, H Masnur SH kepada wartawan usai rapat bersama Pemprov, Senin (18/2/2013) di ruang medium DPRD Riau.

Pada kesempatan itu, Masnur juga menyatakan kekecewaannya terhadap instansi yang berwenang karena tidak menindaklanjuti rapat sebelumnya dimana pemerintah harus menyiapkan draft pemecahan dinas sekaligus melaporkan ke Gubernur Riau, HM Rusli Zainal dan Sekdaprov Riau.

''Kedua-duanya tidak mereka laksanakan, dan kita yakin mereka juga tidak menyampaikan ke Gubernur dan Sekdaprov tentang rencana pemecahan Dinas PU Provinsi Riau,'' ujarnya.

"Sebenarnya, kami juga meminta agar mereka membicarakan dengan gubernur atau sekda. tapi sampai kini belum juga nampaknya. jadi mereka kita kasih waktu seminggu lalu untuk mempersiapkan drafnya tersebut. Maka saya pikir, ini kembalikan dulu. kita minta mereka minggu depan siap kembali," katanya.

Pada kesempatan itu, Masnur, juga membandingkan kondisi Dinas PU Riau dengan di kabupaten/kota. Di kabupaten saja dengan anggaran Rp700 miliar, dinasnya sudah dipisah. ''PU Riau punya anggaran diatas Rp2,6 triliun, saya rasa tidak akan habis oleh Dinas PU sendiri, makanya harus dibagi jadi tiga dinas agar semua anggaran terserap dan tidak menjadi silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) serta target kinerja juga bisa tercapai,'' tutupnya. (nti)