TEMBILAHAN- Sebagai tempat yang disucikan umat Islam, Masjid bukan saja hanya sebagai tempat beribadah. Tapi juga juga banyak yang bisa diambil dan dipelajari dari sisi manajemennya, karena terbukti, meski tanpa bantuan pemerintah, Masjid bisa hidup, berkembang dan terpelihara. Artinya, dengan kekuatan umat dan gotong royong, pembangunan itu bisa dijalankan.

Bahkan soal pengaturan keuangan, mesjid juga lebih transparan dan terbuka sehingga meningkatkan kepercayaan umat untuk berpartisipasi.

Bupati Inhil, HM Wardan, Jumat (24/3/2017) mengatakan, manajemen yang paling ideal dalam pelaksanaan program DMIJ adalah dengan pola manajemen keuangan Masjid.

"Manajemen layaknya manajemen Masjid bisa diterapkan, tentunya demi mengedepankan transparansi dan akuntabilitas publik. Manajemen Maesjid ini mengantisipasi alokasi dana DMIJ yang tidak tepat sasaran, serta juga berfungsi sebagai upaya mengefisienkan penggunaan anggaran," ujarnya.

Selanjutnya, Bupati menyampaikan, Program DMIJ merupakan program prioritas, bahkan merupakan program unggulan, yang menjadi perhatian serius Pemkab Inhil.

''Untuk DMIJ ini, alokasi dananya sekitar Rp185 miliar yang dikucurkan setiap tahunnya. Setiap tahunnya pula, dana DMIJ juga ditingkatkan,'' lanjut Bupati.

Peningkatan alokasi dana DMIJ, dikatakan Bupati, didasarkan pada tipologi masing-masing desa yang terdiri dari 4 tipologi, yakni swadaya, swakarya, swasembada dan Desa maju.

''Namun, sekarang untuk desa bertipe swadaya dengan alokasi dana minimal Rp350 juta sudah tidak ada lagi. Sebab, seluruh Kepala Desa yang ada di Inhil berlomba-lomba meningkatkan kualifikasi desa mereka. Sehingga, sekarang yang ada hanya Desa tipe swakarya dengan alokasi minimal Rp500 juta per desa per tahunnya,'' sebut Bupati.

Untuk meningkatkan tipe desa, disebutkannya, terdapat 18 kriteria dan 86 indikator yang harus dipenuhi, untuk kemudian menjadi dasar penilaian sebuah desa masuk ke dalam kategori Desa Maju.

''Dari evaluasi kami, setiap kegiatan dari DMIJ, baik semua, dengan anggaran terbatas hasilnya berkualitas. Karena, disini partisipasi masyarakat juga dikedepankan,'' tukas HM Wardan.

Dalam kegiatan ini pula, Bupati menyerahkan bantuan berupa satu unit ambulance dan 6 enam unit mesin apung pemadam kebakaran kepada 6 Desa se-Kecamatan GAS. Bantuan mesin apung tersebut, secara langsung diterima oleh masing - masing Kepala Desa.(adv)