PEKANBARU - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pekanbaru, Agus Pramono mengatakan pihaknya sudah berencana untuk segera memotong sembilan bando jalan ilegal yang telah disegel saat penertiban bando ilegal beberapa waktu lalu itu.

''Sembilan bando ilegal itu akan segera kami potong, apalagi, sudah ada instruksi dari pak Walikota. Namun karena ini awal tahun, tentu belum ada uang anggaran untuk biaya pemotongan itu,'' kata Agus Pramono di Pekanbaru, Selasa (7/1/2020).

Menurutnya, pemotongan sembilan bando jalan atau tempat pemasangan reklame yang membentang di jalan itu tetap akan dilakukan secepat mungkin. Namun, menunggu anggaran untuk biaya pemotongan.

Karena, lanjutnya, pemotongan tersebut cukup memakan biaya yang lumayan besar. Misalnya, untuk pengadaan alat berat dan untuk pemotongan dari setiap bagian bando jalan itu sendiri.

Agus memaparkan, sembilan bando jalan yang tersebar di beberapa ruas jalan itu memiliki ukuran yang beragam. Lalu, terbuat dari besi tebal yang berdiri mengangkangi ruas jalan.

''Kita dari Pemerintah Kota sudah memberikan peringatan berulang kali kepada pemilik maupun pengelola. Dalam aturan, jelas bando itu tidak diperbolehkan. Berbeda dengan bando yang ada JPO (jembatan penyeberangan orang) yang pemanfaatannya untuk masyarakat,'' jelasnya.

Agus juga mengatakan, pasca penyegelan dilakukan kepada sembilan bando jalan itu, hingga saat ini tidak ada satupun dari pemilik yang melakukan komunikasi kepada pihaknya untuk melakukan pemotongan sendiri. Apabila pemotongan dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, seluruh bagian dari bando itu akan disita oleh Pemerintah Kota.

''Kalau barang itu salah, ya kenapa tidak saya lakukan (penertiban). Kalau semua itu kira-kira mengganggu dalam PAD kita, kita tebang saja,'' tegasnya. ***