PEKANBARU, GORIAU.COM - Kesadaran masyarakat khususnya pengelola rumah sakit dan hotel di Pekanbaru dalam pengelolaan limbah belum maksimal, belum ada keseriusan sendiri untuk mengelola limbah yang dihasilkan. Di sisi lain, banyaknya keluhan warga kota terhadap limbah ini menunjukkan pengawasan yang dilakukan Badan LIngkungan Hidup (BLH) Pekanbaru belum berjalan dengan baik.

''Seharusnya BLH melakukan tindakan tegas terhadap seluruh usaha yang menimbulkan pencemaran lingkungan, sekecil apa pun limbah tersebut harus ada tindakan tegas sebagai bentuk pengawasan sekaligus untuk memberi efek jera,'' ujar Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau Hariansyah Usman soal pengawasan BLH terhadap dunia usaha yang memberi dampak lingkungan ke masyarakat.

''Limbah-limbah yang dihasilkan bisa mencemari lingkungan jika tidak ada keseriusan dari instansi terkait yakni BLH menanganinya. Dan sampai sekarang, kita masih menerima keluhan dari warga tentang adanya hotel dan rumah sakit yang berada di Kota Pekanbaru yang tidak mengelola limbahnya dengan baik,'' kata Hariansyah.

Padahal ini sambungnya, merebaknya permasalahan limbah sekitar lingkung warga yang berdiri RS dan hotel itu sudah menjadi kewajiban dari BLH menindak tegas. Karena, ini sebutnya jika tidak ada kepedulian dari BLH tentu berisiko terhadap kesehatan warga. Sehingganya berdampak negatif bagi lingkunganya.

"Bahkan ada laporan warga yang kita terima dimana salah satu hotel berbintang serta salah satu RS yang berada di Jalan Sudirman, tidak mentaati penanganan limbah sebagaimana aturan berlaku. Ini menunjukkan bahwa masalah limbah yang besar saja tidak tertangani, apalagi yang kecil,'' jelasnya. (rdi)